Crypto  

Legalitas Kripto Semakin Dekat, Bank Sentral Rusia Akan Masuk Menjadi Pengawas

harian-nasional.com/ – Di tengah tekanan dari berbagai pihak terkait konflik yang masih melanda antara Rusia dan Ukraina, bank sentral Rusia malah secara agresif mengambil langkah praktis untuk bisa tetap menjalankan roda perekonomian secara positif. Lewat sinergitas antara Kementerian Keuangan Rusia dan bank sentral Rusia, pemerintah setempat bakal melegalkan transaksi kripto secara lintas batas.

Seperti diketahui, pasca terjadinya konflik antara Negeri Beruang Putih dengan Ukraina yang didukung oleh negara-negara Barat, arus keuangan ke Rusia menjadi seret. Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menutup pintu perdagangan dan keuangan untuk Rusia. AS bahkan juga mengancam akan memberikan sanksi pada negara lain yang masih membuka akses keuangan terhadap Rusia, baik pihak yang menyediakan layanan transfer ke Rusia ataupun sebaliknya; baik menggunakan sistem keuangan tradisional ataupun kripto.

Wakil Menteri Keuangan, Alexei Moiseev, mengatakan regulator dan pemerintah dalam waktu dekat akan kembali menggunakan pendekatan terhadap kripto. Mereka bakal menjadikannya sebagai alat legal dalam penyelesaian transaksi lintas batas.

“Pendekatan dalam regulasi kripto masih tetap ada antara Kementerian [Keuangan] dan Bank Sentral [Rusia], namun mempertimbangkan fakta yang sedang terjadi, kami tengah mengkajinya kembali untuk bisa segera mengimplementasikannya,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa dalam rencana sebelumnya infrastruktur yang digunakan oleh Rusia terlalu kaku, sehingga penggunaan kripto secara lintas batas di lingkup masyarakat menjadi lebih sulit. Untuk itu, pemerintah akan memperkenalkan kerangka aturan terkait penerapan legalisasi aset kripto. Tujuannya adalah untuk bisa mengendalikan perputaran kripto sembari mencegah terjadinya tindak kriminal berbasis kripto.

Aturan Baru Akan Melibatkan Bank Sentral sebagai Pengawas

Dalam penerapan aturan anyar tersebut, pemerintah Rusia akan melibatkan bank sentral untuk melakukan fungsi pengawasan. Nantinya, setiap warga Rusia diwajibkan melakukan pembukaan akun dompet kripto di dalam yurisdiksi Federasi Rusia.

Kemudian, bank sentral Rusia akan bertindak sebagai pengawas untuk memastikan bahwa pemilik akun tunduk pada Undang-Undang Anti Pencucian Uang. Selain itu, pemerintah juga akan memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan bebas dari aktivitas pembelian obat-obatan terlarang dan tindak kriminal lainnya.

Adanya rencana ini memberikan titik terang pada masa depan kripto Rusia. Pasalnya, beberapa pihak mengatakan, sanksi yang diberikan oleh negara Barat akan menghambat pertumbuhan sektor kripto di Rusia yang bernilai miliaran dolar.

Perusahaan kripto Rusia yang masih diincar oleh AS untuk dijatuhi sanksi adalah Bitriver. Salah satu perusahaan pertambangan kripto terbesar di dunia itu diduga bisa dijadikan alat bagi Rusia untuk memonetisasi cadangan minyaknya dengan cara menukarnya dengan kripto hasil tambang perusahaan.

Wakil Presiden Urusan Kebijakan dan Peraturan Elliptic, David Carlisle, mengatakan Office of Foreign Assets Control (OFAC) akan menggunakan segala cara untuk mencegah Rusia terhindar dari sanksi ekonomi, termasuk lewat kripto.

“Sanksi tersebut berpotensi melumpuhkan bisnis Bitriver dan anak usahanya, karena akses untuk memasuki bursa kripto AS termasuk juga untuk mendapatkan peralatan penambangan akan ditutup,” jelasnya.

Rumah bagi Aset Digital Senilai US$124 Triliun

Adanya sanksi ekonomi membuat nilai mata uang rubel anjlok. Hal itu mendorong penggunaan aset keuangan alternatif, seperti kripto, di masyarakat. Kremlin bahkan memproyeksikan bahwa Rusia memiliki aset digital senilai 10 triliun rubel atau sekitar US$124 miliar.

Pada Maret lalu, volume perdagangan kripto berdenominasi rubel masih mencatatkan angka yang fantastis, yakni mencapai 111,4 miliar rubel atau sekitar US$1,4 miliar. Jauh lebih tinggi dari volume transaksi di bulan sebelumnya. Namun, jumlah tersebut hanya sementara. Di bulan April, volume transaksi kripto berbasis rubel ambruk dan hanya tercatat sebesar 19,2 miliar rubel.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!