Yuk Manfaatkan Paddle Shift Untuk Bantu Pengereman Mesin Pada Transmisi CVT

harian-nasional.com/

Setir mobil kekinian di kelas tertentu sudah dilengkapi dengan paddle shift untuk memindahkan posisi gear

Mobil bertransmisi CVT memang kerap dikeluhkan akan minimnya engine brake yang dihasilkan mesin. Hal ini lantaran mekanisme pulley primer dan sekunder pada transmisi CVT itu rasionya tak terhingga. Jadi, apabila transmisi tidak mendapatkan beban untuk menyalurkan tenaga mesin, belt pada CVT yang terpasang pada pulley sekunder serta primer pada sistem CVT akan mengendur dan menyebabkan mobil menjadi meluncur. Tapi, itu semua bisa diatasi jika pengemudi tidak ragu memainkan paddle shift guna membantu sistem pengereman. Makanya, yuk manfaatkan paddle shift untuk bantu pengereman oleh mesin.

Saat tiba-tiba harus berdeselerasi, paddle shift akan memudahkan Anda melakukan hal tersebut

Beruntung di mobil kekinian yang sudah mengadopsi transmisi sejuta rasio ini telah dilengkapi dengan posisi tuas transmisi B (Brake), L (Low) atau bahkan S (Sport). Pada beberapa mobil lansiran Toyota, Honda atau Mitsubishi misalnya, sudah ada posisi tuas tersebut. Meski demikian, kami lebih menyarankan Anda untuk melakukan pengereman mesin dengan menyentuh tuas minus (-) di paddle shift. Meski posisi tuas masih di D (Drive), namun ketika Anda menarik tuas berlogo minus tersebut putaran mesin akan langsung naik, dan menahan mobil agar tidak melaju lebih kencang.

Melaju di jalan tol membutuhkan respon cepat pengemudi saat harus deselerasi

Hal ini telah kami praktekkan pada dua buah mobil Honda kami yang sama-sama sudah mengadopsi transmisi CVT, yakni All New Honda CR-V 1.5L Turbo lansiran 2019 dan Honda HR-V 1.5 E CVT keluaran 2017. Saat melaju kencang di turunan jalan tol dan tiba-tiba harus mengurangi kecepatan, kami dengan sigap memainkan tuas paddle shift saat melakukan deselerasi, putaran mesin pun langsung naik dan membantu efek engine brake, secara otomatis kami tidak perlu menginjak pedal rem terlalu dalam untuk mengendalikan mobil.

Jangan khawatir akan over rev, komputer akan mencegah hal tersebut

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="10"]

Anda juga tak perlu khawatir apabila mesin akan mengalami over reving alias berputar melebihi putaran mesin yang diizinkan. Karena pada mobil modern kini telah dilengkapi dengan beragam sensor yang dapat berkomunikasi dengan ECU (Electronic Control Unit), baik ECU mesin maupun ECU transmisi. Deretan sensor-sensor ini akan memerintahkan untuk pembatalan down shift (turun) gear ke posisi lebih rendah, apabila putaran mesin masih terlalu tinggi. Alhasil, mesin tidak akan rusak karena berputar melebihi ketentuan yang diharuskan. So, jangan ragu-ragu untuk pakai paddle shift untuk membantu pengereman mesin ya.

Video dari tim kami mengenai perawatan transmisi otomatis

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”