Crypto  

Wallet yang Terlibat dalam Aksi Eksploitasi Nomad Transfer Dana US$7,5 Juta ke Alamat Tidak Dikenal

harian-nasional.com/ – Pada hari Rabu (24/8), salah satu wallet yang terlibat dalam aksi eksploitasi Nomad bridge telah memindahkan sejumlah besar aset ke alamat yang berbeda dengan wallet pemulihan dana resmi Nomad.

Di tengah program bounty Nomad yang masih berlangsung, pelaku eksploitasi memindahkan aset kripto senilai sekitar US$7,5 juta ke alamat dompet yang tidak dikenal. Sedangkan, program bounty ini sendiri bertujuan untuk mendorong para peretas agar mengembalikan dana curian mereka.

#PeckShieldAlert @nomadxyz_ bridge exploiter 0xB5C55f…590E has transferred 103 $WBTC (~$2.2M), ~1,100 ETH (~$1.8M) and 3.45M $DAI (~$3.45M) to 0xAB96E9AE…eb69 pic.twitter.com/rGWzPdugGJ

Perkembangan Kasus Peretasan Nomad Bridge

Berikut ini adalah update informasi terbaru terkait kasus peretasan Nomad.

Pada tanggal 1 Agustus, peretasan token bridge Nomad pun terjadi. Pada insiden itu, para peretas membawa kabur aset kripto senilai $200 juta. Parahnya lagi, insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Nomad mengumumkan penutupan putaran pendanaan awalnya yang bernilai US$22 juta. Putaran pendanaan ini melibatkan Coinbase Ventures, Polygon, OpenSea, dan investor lainnya.

Meskipun peretasan tersebut bukanlah kasus dengan kerugian terbesar, tapi serangan ini menarik banyak perhatian publik. Alasannya yaitu karena banyaknya peretas yang terlibat di dalamnya dan belum pernah terjadi pada kasus-kasus sebelumnya. Menurut sebuah pernyataan resmi dari perusahaan, terdapat “300 alamat unik berpartisipasi dalam eksploitasi” tersebut dan beberapa di antaranya bahkan menyamar sebagai karyawan perusahaan.

Sementara itu, menurut samczsun, seorang analis riset di Paradigm, alasan di balik peretasan tersebut kemungkinan besar karena adanya pembaruan dalam smart contract protokol Nomad.

Namun, beberapa hari setelah eksploitasi itu terjadi, platform Nomad mengadakan program bounty. Dalam program tersebut, Nomad berjanji akan memberikan sebanyak 10% dari jumlah yang dana yang peretas curi. Langkah itu sebagai insentif kepada para peretas, agar mereka terbujuk untuk mengembalikan dana curian. Pada deskripsi program, Nomad menjelaskan bahwa siapa pun yang mengembalikan 90% dari dana yang mereka retas, boleh menyimpan 10% sisanya. Selanjutnya, mereka akan dianggap sebagai “white hat” atau peretas bermotif baik (white hacker) jika mengembalikan dana tersebut. Lalu, hal yang tidak kalah penting yaitu mereka juga tidak akan terkena tuntutan hukum.

Sedang dalam Proses Pemulihan

Pada tanggal 17 Agustus, Nomad memberikan update kepada penggunanya mengenai kemajuan yang telah pihaknya buat dalam perjalanan menuju pemulihan dana curian. Kemajuan ini termasuk berinteraksi dengan “white hat” melalui program bounty dan mencari cara untuk mengoperasikan Nomad bridge kembali.

Di samping itu, pihak perusahaan juga mengatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan TRM Labs, yaitu platform intelijen yang bertujuan untuk mengurangi jumlah penipuan kripto dan kejahatan keuangan. Kerja sama tersebut mereka lakukan dengan tujuan untuk “melacak peretas black hat” dan memulihkan dana yang tercuri.

Terkait dengan program bounty Nomad, menurut Etherscan, white hacker telah mengembalikan aset kripto senilai lebih dari US$36,46 juta pada saat artikel ini dipublikasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!