Crypto  

Usai FTX Group Alami Kehancuran Dahsyat, SBF Ingin Mulai Usaha Bisnis Baru

Usai FTX Group Alami Kehancuran Dahsyat, SBF Ingin Mulai Usaha Bisnis Baru

harian-nasional.com/ – Sam Bankman-Fried (SBF) mengatakan bahwa dia berharap dapat memulai usaha bisnis baru untuk menghasilkan cukup uang demi membayar kembali para korban dari kehancuran dahsyat FTX Group.

Mantan CEO FTX dan pemegang saham mayoritas Alameda Research itu menghadapi sejumlah penyelidikan di Amerika Serikat (AS) atas penanganan dana di crypto exchange yang dia dirikan.

Berbicara di sebuah kompleks mewah di Bahama bersama BBC, SBF menyangkal bahwa dia melakukan penipuan, tetapi mengatakan bahwa dia tidak kompeten seperti yang dia kira. Dia pun mengaku khawatir tentang kemungkinan penangkapan saat merenung di malam hari.

/Terkait

Laporan Proof of Reserves Binance Menuai Kritik Tajam

Dampak Kegagalan FTX, Perusahaan Publik Diminta Ungkap Risiko Kripto Mereka

Coinbase Umumkan Konversi Bebas Biaya USDT ke USDC, Perang antar Stablecoin Dimulai?

Raup Pendanaan US$2,25 Juta, 360 Mining Genjot Produksi Gas Alam

Mastercard Melihat Keruntuhan FTX sebagai Peluang Industri Kripto untuk Mengatur Ulang

Rencana Genesis untuk Atasi Krisis Bisa Memakan Waktu Berminggu-minggu

SBF berharap dapat menemukan cara untuk membayar kembali pengguna FTX.

“Saya akan berpikir tentang bagaimana kami dapat membantu dunia dan jika pengguna tidak mendapatkan banyak [danaya] kembali, saya akan berpikir tentang apa yang dapat saya lakukan untuk mereka. Saya pikir, paling tidak saya memiliki kewajiban kepada pengguna FTX untuk melakukan yang benar bagi mereka sebaik yang saya bisa,” kata SBF.

Ketika ditanya apakah dia berencana untuk memulai usaha bisnis baru untuk mendapatkan uang untuk membayar kembali para investor, SBF mengatakan, “Saya akan memberikan apa saja untuk dapat melakukan itu. Saya akan mencoba jika bisa.”

Menyangkal bahwa Dirinya Tahu Semua yang Terjadi

Terkait kehancuran FTX Group, ada dugaan bahwa Alameda menggunakan uang pelanggan FTX untuk membuat taruhan kripto yang berisiko.

Seorang mantan karyawan senior FTX yang bekerja dengan SBF mengatakan kepada BBC bahwa SBF pasti mengetahui bahwa Alameda menggunakan dana pelanggan FTX.

Sumber itu menuduh SBF berbohong ketika mengatakan dalam wawancara baru-baru ini bahwa dia tidak tahu tentang arus kas dan mata uang kripto di antar perusahaan-perusahaan terkait seperti FTX dan Alameda.

“Tidak, itu tidak benar,” respon SBF, sambil mengakui bahwa sebagai CEO, dia pada akhirnya bertanggung jawab atas kesalahan penanganan dana.

Terkait pernyataan ini dan yang telah beberapa kali diungkapkan, sejumlah pihak menilai bahwa SBF ingin mengarahkan bahwa ada pihak yang melakukan kesalahan, tetapi sebagai pimpinan, dia yang harus mengambil tanggung jawab.

Ketika ditanya apakah SBF melakukan kecurangan atau tidak kompeten, dia menjawab, “Saya tidak sengaja melakukan penipuan, saya rasa, saya tidak melakukan penipuan, saya tidak ingin semua ini terjadi. Saya jelas tidak kompeten seperti yang saya kira.”

Tanggapan SBF soal Potensi Penangkapan dan Penjara

BBC mencatat bahwa SBF setidaknya telah melakukan 9 wawancara dengan sejumlah media setelah kehancuran FTX Group.

Tim SBF mengaku bahwa mereka harus pindah ke lokasi yang tidak diketahui di resor mewah tempat dia tinggal karena masalah keamanan.

Ketika ditanya apakah dia bersiap dengan kemungkinan penangkapan dan penjara, SBF berkata, “Ada waktu di malam hari untuk merenung. Namun, ketika saya bangun di siang hari, saya mencoba dan fokus, menjadi seproduktif mungkin dan mengabaikan hal-hal di luar kendali saya.”

SBF Dalang Hancurnya Ekosistem Terra?

Pada 7 Desember lalu, The New York Times melaporkan jaksa federal AS sedang menyelidiki apakah SBF melakukan manipulasi market atas TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) pada Mei lalu, yang menyebabkan keruntuhan ekosistem kripto itu dan menciptakan efek domino yang akhirnya memicu kehancuran crypto exchange FTX miliknya sendiri.

Tujuan SBF ‘mengarahkan harga’ dari 2 kripto yang saling terkait itu diduga untuk ‘menguntungkan’ entitas yang dikendalikan SBF, termasuk FTX dan Alameda yang merupakan perusahaan perdagangan kripto kuantitatif.

Dalam sebuah pernyataan, SBF mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya manipulasi market dan tentu saja tidak pernah bermaksud untuk terlibat dalam manipulasi market.

Bagaimana pendapat Anda tentang niatan SBF yang ingin berusaha memulai bisnis baru ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!