Karir  

Tips Menjawab Pertanyaan saat Wawancara Kerja di Masa Pandemi

Tips Menjawab Pertanyaan saat Wawancara Kerja di Masa Pandemi

harian-nasional.com/ – Pandemi dan Covid-19 telah banyak melakukan perubahan baik pada kondisi ekonomi dan kesehatan, tapi juga perubahan kebiasaan pada sistem perekrutan karyawan. Yap, pandemi yang berkepanjangan membawa banyak perubahan pada industri kerja demi mendapatkan yang sesuai kebutuhan dan situasi saat ini.

Salah satu perubahan yang terjadi di dunia pekerjaan karena pandemi adalah tata cara wawancara kerja. Jika sebelumnya kehadiran calon karyawan itu biasanya wajib di kantor/tempat untuk wawancara kerja, sekarang semua proses perekrutan baik psikotes dan wawancara bisa dilakukan secara online atau tanpa harus bertatap muka langsung.

Selain kebiasaan tersebut, ada lagi perubahan/penambahan lain yaitu jenis pertanyaan yang akan ditanyakan rekruter kepada calon karyawannya.

Nah, untuk para fresh graduate angkatan pandemi yang sedang mencari kerja yuk simak apa saja jenis pertanyaan baru tersebut dan tips menjawabnya:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!

1. Apa yang sudah kamu pelajari tentang dirimu selama ini?

Biasanya pertanyaan ini bisa berbunyi seperti “Selama pandemi/nganggur udah ngapain aja terkait karir/pengembangan diri?”

Pertanyaan ini biasanya di tanyakan oleh perusahaan karena mereka ingin tahu apakah kamu ada tipe yang mudah berkembang, belajar dan beradaptasi. Jawaban kamu terhadap pertanyaan ini bisa memberikan mereka bayangaa/deskripsi mengenai hal lain tentang kamu.

Kamu bisa menjawab secara sederhana seperti, fokus melamar kerja, memperbaiki CV dan sering mengikuti webinar tentang karir dan mencari pekerjaan.

Bisa juga menjawab dengan membawa hobi atau skill seperti, kamu bisa menjawab sedang mencari/menekuni hobi baru seperti memasak atau belajar bahasa Korea untuk pengalihan stress atau belajar skill baru untuk mengisi kekosongan waktu, jangan lupa kasih tahu skill apa yah.

Pilih jawaban yang memang sesuai dengan situasi mu secara jujur dan tidak dilebih-lebihkan.

2. Apakah kamu sudah pernah bekerja dari rumah? Apa saja tantangan yang dihadapi dan bagaimana caramu beradaptasi?

Namanya juga lagi pandemi, jadi jangan heran pertanyaan terkait WFH dan bekerja secara online pasti keluar. Ini agar perusahaan tahu kamu memang bisa beradaptasi dan bisa bekerja dengan baik meskipun dari rumah dan secara online.

Untuk memastikan kamu memang benar-benar bisa bekerja dari rumah biasanya perusahaan juga akan menanyakan apakah rumah kamu punya wi-fi dan ruang khusus untuk kerja. Meskipun terkesan informal, tapi pertanyaan ini cukuplah penting.

Untuk pertanyaan ini kamu bisa menjawab dengan menjelaskan kenapa fasilitas dirumah kamu cukup baik untuk bisa bekerja secara efektif dan lancar. Jika tidak ada wi-fi, kamu bisa bilang handphone kamu bisa hotspot atau kamu mempunyai modem portable.

Bilang juga kamu bisa bekerja tanpa gangguan karena bekerja dikamar sendiri. Jangan lupa juga informasikan kalau kamu ngekos atau tinggal sendiri untuk meyakinkan perusahaan jika memang kamu bisa bekerja tanpa gangguan dari luar.

3. Bagaimana cara kamu mengatur waktu untuk bekerja di rumah?

Memang bekerja di rumah bisa sedikit tricky dimana kualitas produktifitas bisa menurun karena bekerja dari rumah bisa merusak work life balance apalagi jika sebelumnya kamu hanya memiliki pengalaman bekerja penuh dari kantor.

Nah, untuk pertanyaan ini bagi fresh graduate bisa menjelaskan bagaimana kamu membagi waktu dan fokus dengan baik saat masih kuliah secara online. Bisa juga menjawab dengan menggunakan sistem jam kerja yang sama dengan saat bekerja di kantor seperti nine to five dengan jam istirahat dan makan siang yang sama.

Dengan jawaban ini, perusahaan bisa semakin yakin kalau kamu tetap bisa bekerja secara profesional meskipun dari rumah dan jarang dipantau.

4. Beberapa bulan belakangan ini, apakah ada skill baru yang kamu pelajari?

Sama seperti pertanyaan di point nomor 1, tapi kamu harus lebih spesifik. Misalnya, belajar design untuk memperkaya konten tulisan seperti menambahkan infografis jika kamu bekerja di bidang content creative/marketing.

Jelaskan juga kamu mengikuti kelas online diwebsite apa, jadwalnya kapan dan kelas apa saja yang kamu ikuti untuk lebih meyakinkan perusahaan mengenai jawaban kamu. Kalau bisa usahakan skill baru tersebut memang terkait posisi yang kamu lamar atau bisa menguntungkan secara langsung dikarir kamu.

5. Ketika nanti kondisi sudah membaik, apakah kamu bersedia untuk kembali bekerja di kantor?

Walaupun memang situasi pandemi saat ini di Indonesia belum kunjung membaik. Tapi tetap ada kemungkinan jika situasi semakin baik, kemungkinan bekerja dari kantor semakin tinggi juga. Nah, untuk itu lah pihak perusahaan harus tahu apakan jika hal itu terjadi, kamu bersedia atau tidak bekerja dari kantor.

Nah, untuk pertanyaan ini jawabannya harus disesuaikan dengan kondisimu. Jika kantor ini berada di kota yang berbeda dengan tempat tinggal mu dan terlalu jauh kamu bisa bilang kalau kamu tetap bisa bekerja secara baik meskipun full dari rumah dalam jangka panjang.

Tapi jika kamu memang ingin bekerja dari kantor, kamu bisa meminta tolong pihak perusahaan untuk mencarikan tempat tinggal dekat kantor jika domisili terlalu jauh untuk pulang-pergi dari kantor.

6. Apa yang kamu lakukan untuk mengatasi stress?

Pertanyaan ini bisa juga berbunyi “apa yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mental?” pertanyaan ini pun akan banyak digunakan nantinya meskipun sudah tidak pandemi lagi karena seiring meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental.

Begitu juga untuk perusahaan, sangat lah penting untuk mereka untuk mengetahui kondisi kesehatan mental mu dan bagaiman cara kamu mengatasinya jika terjadi hal yang buruk karena pihak perusahaan juga harus ikut bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan mental mu.

Misalnya, tidak memberikan beban pekerjaan berlebihan, mengetahui kalau culture kantor cocok atau tidak dan apa yang bisa dirubah jika tidak.

Untuk pertanyaan ini kamu bisa menjawab dengan menekuni hobi, atau to the point misalnya mengambil cuti beberapa hari untuk liburan atau menyendiri.

Jawab saja sujujurnya demi kebaikan diri sendiri dan kualitas pekerjaan kamu.

Jangan Takut untuk Jujur

Memang ada beberapa pertanyaan yang jawabannya tidak boleh terlalu sederhana demi menambah keyakinan perusahaan untuk merekrut kamu. Jadi, apapun sugar coating yang kamu lakukan untuk memberikan jawaban terbaik hal yang paling penting adalah kejujuran.

Jangan sampai, perusahaan menangkap sedikit saja bahwa kamu punya potensi untuk berbohong. Karena biasanya orang memiliki kebiasaan berbohong adalah awal dari sebagai hal buruk. Misalnya, bisa merusak flow pekerjaan dan timnya, menurunkan kualitas bahkan merusak nama perusahaan.

Jadi jangan coba-coba sekali-sekali untuk berbohong yah sekecil apapun itu.