Tim Likuidasi Ungkap 100 Nasabah/Hari Tagih Polis WanaArtha

harian-nasional.com/ – Ketua Tim Likuidasi WanaArtha Life Harvardy Muhammad Iqbal yakin jumlah nasabah yang mendaftarkan polis akan terus bertambah. Apalagi pihaknya telah membuka posko perwakilan di beberapa daerah luar Jabodetabek.

Menurutnya, setiap hari jumlah nasabah yang mengajukan tagihan lebih dari 100 orang. Hal ini menampik tuduhan yang menyebut nasabah tidak percaya pada Tim Likuidasi.

“Kalau dibilang nasabah tidak percaya pada tim likuidasi saya rasa tidak, setiap hari nasabah yang daftar lebih dari 100 orang, dan sekarang tim likuidasi juga melibatkan nasabah untuk menjadi tim observer” ujar dia saat jumpa pers di Danendra Office, Menara Global, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2023).

Perwakilan nasabah WanaArtha dalam likuidasi antara lain Johannes HP. Sipahutar, SH (Parulian Sipahutar), selaku Pemegang Polis Wanaartha Life dengan No. Polis: 9819120288; dan Freddy Handojo Wibowo selaku Pemegang Polis Wanaartha Life dengan No. Polis: 9820020250, 9820010049, 9820020349, 9719030150.

Jangka waktu pengajuan tagihan kepada tim likuidasi dalam batas waktu paling lambat 60 hari, terhitung sejak 11 Januari 2023 hingga 11 Maret 2023. Saat ini tercatat 854 orang pemegang polis telah mendaftarkan diri, mewakili 1.867 polis.

Ia menyampaikan, pencairan aset akan segera dilakukan setelah berbagai proses tahapan selesai dijalankan. “Sampai dengan saat ini masih akan fokus pada penerimaan tagihan yang diajukan oleh para kreditor termasuk nasabah,” ujar dia.

Harvardy mengimbau pihak yang mempunyai kepentingan atau tagihan terhadap WanaArtha Life antara lain pemegang polis, tertanggung, peserta, karyawan, kantor pajak/tagihan negara, dan para kreditor lainnya untuk dapat menyampaikan secara tertulis dan langsung kepada Tim Likuidasi.

Tentunya laporan itu disertai dengan salinan bukti-bukti yang sah dengan menunjukkan dokumen aslinya kepada Tim Likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha di Danendra Office, Menara Global, Lantai 7, Jalan Gatot Subroto Kav. 27, Jakarta Selatan.