Sebelum Lengser, Jokowi Peringatkan Penggantinya di 2024: Kalau Kita Digugat dan Mundur, Kapan Kita Nikmati

harian-nasional.com/ – Dua tahun sebelum benar-benar lengser dari jabatan kepala negara, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) peringatkan beberapa hal pada penggantinya kelak.

Untuk calon penggantinya di 2024 mendatang, Presiden RI itu mewanti-wanti penanganan yang baik dalam program ekspor bahan mentah dari Indonesia .

Pasalnya, di tengah gencarnya gugatan organisasi perdagangan dunia ( WTO ), Jokowi berharap bangsa ini kokoh dalam prinsip, yaitu mempertahankan larangan ekspor bahan mentah .

Menurutnya, jika mundur hari ini, Indonesia takkan punya kesempatan untuk menikmati kekayaan alam sendiri.

Baca Juga: Denise Chariesta Dilaporkan Farhat Abbas ke Polisi, Humas Polda Metro Jaya: Terlapor Tidak Ada Itikad Baik

“Kalau kita digugat dan kita mundur lagi (batalkan pelarangan ekspor), kapan lagi kita bisa menikmati komoditas-komoditas dan kekayaan yang dimiliki oleh kita,” ucap Jokowi tegas, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Dia lantas menekankan, siapapun pemimpin negara berikutnya, tak boleh mengaktifkan kembali program ekspor bahan mentah .

Alih-alih dijual kepada negara asing, Jokowi mendorong produksi bahan mentah untuk ditingkatkan demi kepentingan ‘dapur’ sendiri.

“Siapapun nanti pemimpinnya, presidennya, konsitensi itu harus kita jaga dan terus kita tingkatkan, jangan kembali lagi ke ekspor mentah,” ucap Jokowi .

Baca Juga: Hard Gumay Terawang Ekspresi Lesti Kejora saat Menangis: Ada Hal yang Tidak Baik di Rumah Tangganya

“Hati-hati kita semua harus mengingatkan,” ungkap Jokowi dalam Pembukaan Kongres XII Legiun Veteran RI di Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2022.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="10"]

Masih berkelindan dengan permasalahan ekspor bahan mentah , Jokowi memberi contoh dengan kasus saham PT Freeport. Pasalnya, mayoritas saham tersebut kini telah dimiliki oleh Indonesia .

Dia melanjutkan, warga negara Indonesia (WNI) bahkan saat ini mendominasi PT Freeport, dengan jumlah pekerja mencapai angka 98 persen.

“Sekarang 98 persen (karyawan PT Freeport) itu adalah Indonesia . Dan yang saya senang lagi, 40 persen itu adalah Papua, masyarakat Papua,” ujar dia lagi.

Baca Juga: Tuai Pro-Kontra, Wamenkumham Beberkan Alasan Dukung Pasal Penghinaan Presiden

Di sisi lain, terkait resesi alias krisis ekonomi di 2023 , Jokowi beberkan persiapan Indonesia dan sikap optimisnya.

Usai mendapatkan informasi dari markas IMF di Washington DC terkait resesi , Presiden RI makin menyerukan sikap optimis.

Hal ini lantaran, kata Presiden Jokowi , terdapat 28 negara yang sudah ikut antre di IMF untuk mencegah resesi ekonomi global pada tahun depan.

Baca Juga: Sebuah Mobil Terlibat Kecelakaan, Tabrak Truk Kontainer di Ruas Tol Cipali hingga Tewaskan Satu Orang

“Pagi tadi saya dapat informasi dari pertemuan di Washington DC, 28 negara sudah antre di markasnya IMF , menjadi pasien,” kata Presiden, dalam pengarahan di Investor Daily Summit 2022.

Kendati mengedepankan optimisme, baginya sikap hati-hati dan waspada juga perlu diterapkan.

“Sekali lagi kita harus menjaga optimisme, tapi yang lebih penting hati-hati dan waspada, eling lan waspodo,” ucap dia. ***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”