Rangkuman Hari Ke-439 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Kembangkan Fasilitas Militer di Kyrgyzstan, UE Siapkan Sanksi Putaran Ke-11

Rangkuman Hari Ke-439 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Kembangkan Fasilitas Militer di Kyrgyzstan, UE Siapkan Sanksi Putaran Ke-11

harian-nasional.com/ – Masih ada beberapa hal baru yang terjadi mewarnai perang Rusia-Ukraian hari ke-439 pada Senin (8/5/2023).

Ini termasuk, Kremlin mengungkap bahwa Rusia akan mengembangkan fasilitas militer di negara sekutu Kyrgyzstan.

Sementara itu, Brussel telah mengusulkan kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk menyiapkan sanksi putaran ke-11 atas perang Rusia di Ukraina yang bertujuan untuk mengurangi potensi penghindaran.

Untuk lebih lengkapnya, berikut rangkuman serangan Rusia ke Ukraina hari ke-439 yang dapat Anda simak:

Grup Wagner mulai terima amunisi

Bos tentara bayaran Rusia Grup Wagner, Yevgeny Prigozhin, mengatakan pada Senin bahwa pasukannya telah mulai menerima amunisi yang sangat dibutuhkan.

Sebelumnya, Prigozhin menuduh Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan kepala Staf Umum militer Rusia Valery Gerasimov telah menahan amunisi untuk diberikan kepada pasukan Wagner.

Grup Wagner sendiri telah mempelopori serangan Rusia selama berbulan-bulan di Kota Bakhmut di Ukraina timur.

Mereka bahkan hampir merebut kota itu dalam kampanye pertempuran terpanjang dan paling berdarah.

Jerman larang bendera Rusia dipajang pada peringatan Perang Dunia 2

Pengadilan Berlin pada Senin melarang bendera dan simbol Rusia dipajang di sekitar tiga tugu peringatan Soviet di ibu kota Jerman selama peringatan Perang Dunia II.

Pengadilan administrasi yang lebih tinggi menyatakan setuju dengan polisi atas kekhawatiran bendera Rusia dan pita Saint George dapat ditafsirkan sebagai simbol dukungan untuk perang Rusia di Ukraina.

“Dalam konteks saat ini, hal itu dapat dipahami sebagai pernyataan simpati untuk perang dan menyampaikan keinginan untuk menggunakan kekerasan,” kata pengadilan Berlin dalam sebuah pernyataan.

Rusia kembangkan fasilitas militer di Kyrgyzstan

Kremlin mengatakan pada Senin, Rusia akan mengembangkan fasilitas militer di negara sekutu Kyrgyzstan.

Hal itu terjadi setelah Presiden Kyrgyzstan Sadyr Japarov bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa pada malam Hari Kemenangan Rusia.

Itu adalah peringatan perang Soviet yang akan ditandai dengan parade tentara melalui Lapangan Merah.

Japarov akan menjadi salah satu dari beberapa pemimpin asing yang menghadiri pawai tahun ini.

“Para kepala negara menekankan pentingnya memperkuat angkatan bersenjata Republik Kyrgyzstan dan mengembangkan fasilitas militer Rusia di wilayahnya,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Kyrgyzstan adalah negara berpenduduk sekitar tujuh juta jiwa dengan mayoritas beragama Islam.

Negara Asia Tengah itu telah menampung pangkalan militer Rusia yang terdiri dari lapangan terbang, instalasi angkatan laut di Danau Issyk-Kul, dan beberapa situs lainnya.

Rusia dan Kyrgyzstan-bekas republik Soviet- selama ini terhubung melalui aliansi militer yang dipimpin Moskow, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO).

UE siapkan sanksi putaran ke-11

Brussel telah mengusulkan kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk menyiapkan sanksi putaran ke-11 atas perang Rusia di Ukraina yang bertujuan untuk mengurangi potensi penghindaran.

“Paket ini akan berfokus pada penerapan sanksi, keefektifannya, dan bagaimana kami mencegah penghindaran sanksi,” kata juru bicara Komisi Eropa Eric Mamer pada Senin.

Sebagai bagian dari paket, eksekutif UE telah merekomendasikan penghentian ekspor teknologi sensitif ke delapan perusahaan China karena dicurigai menjualnya ke Rusia.

Hal itu terungkap dalam sebuah dokumen yang dilihat oleh AFP.

Duta besar UE akan bertemu pada Rabu (10/5/2023) untuk memulai diskusi tentang usulan putaran sanksi terbaru.

Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara telah memukul Moskwa dengan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan perang di Ukraina Februari lalu.

Perang di Ukraina membayangi kunjungan Menlu China ke Eropa

Menteri Luar Negeri China Qin Gang akan mengunjungi Eropa pekan ini.

Beijing mengabarkan agenda itu pada Senin, ketika China tengah berupaya mendorong untuk bertindak sebagai mediator dalam konflik Ukraina dan membangun kembali hubungan dengan benua tersebut.

Beijing telah berusaha untuk menggambarkan dirinya sebagai pihak netral dalam perang Rusia di Ukraina.

Presiden Xi Jinping bulan lalu melakukan panggilan telepon pertamanya dengan pemimpin Kyiv sejak invasi Moskwa.

Kunjungan Qin dilakukan setelah beberapa kunjungan penting ke China oleh para pemimpin Eropa, terutama Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.

Presiden Uni Eropa von der Leyen akan kunjungi Kyiv hari ini

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen akan mengunjungi Kyiv pada hari ini, Selasa, untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

“Kunjungan itu akan fokus pada semua dimensi hubungan kami dengan Ukraina,” kata juru bicara Komisi Eropa Eric Mamer kepada wartawan, Senin.

Dia menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan UE terhadap Ukraina.

Perjalanan itu akan menandai kelima kalinya von der Leyen mengunjungi ibu kota Ukraina sejak invasi Rusia ke negara itu pada Februari 2022.

Zelensky bersumpah Rusia akan dikalahkan seperti Nazi saat Perang Dunia 2

Presiden Volodymyr Zelensky pada Senin bersumpah bahwa pasukan Rusia akan dikalahkan di Ukraina seperti kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Dia berkata demikian saat memperingati Hari Kemenangan di Eropa pada Senin.

Itu adalah hari ketika Nazi Jerman menyerah kepada pasukan sekutu pada 8 Mei 1945.

“Semua kejahatan lama yang dibawa kembali oleh Rusia modern akan dikalahkan sama seperti Nazisme dikalahkan,” kata Zelensky dalam pernyataan video. Dia tampak berdiri di depan tugu peringatan perang.

“Sama seperti kita menghancurkan kejahatan bersama, kita menghancurkan kejahatan serupa sekarang,” tambahnya.