Puluhan Tahun Tinggalkan F1, Ford Siap Comeback ke Balap Jet Darat pada 2026

Puluhan Tahun Tinggalkan F1, Ford Siap Comeback ke Balap Jet Darat pada 2026

harian-nasional.com/ – Dikutip dari laman resmi Formula1 serta BBC, mulai Stefano Domenicali, Presiden dan CEO F1, sampai Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem memberikan sambutan.

“Beberapa pabrikan memiliki sejarah motorsport panjang, seperti Ford contohnya. Mendengar kabar mereka hadir kembali di gelaran F1 yang diselenggarakan di bawah FIA adalah berita sangat membahagiakan,” papar Mohammed Ben Sulayem, Presiden FIA.

Menurutnya, regulasi power unit pada 2026 serta komitmen keberlangsungan motorsport menggunakan bahan bakar berkelanjutan dan tetap seru ditonton, termasuk di Amerika Serikat adalah hal penting.

“Kembalinya Ford ke F1 untuk 2026 sangatlah membahagiakan, dan kami senang hati menyambutnya,” tambah Stefano Domenicali, Presiden dan CEO F1.

“Ford adalah brand global dengan warisan luar biasa dalam dunia balap dan otomotif. Mereka melihat betapa berharganya platform balapan ini, mampu menjaring lebih dari setengah miliar penggemar di seluruh dunia. Kami tidak sabar menunggu logo Ford menjadi balapan di sirkuit ikonik F1 mulai 2026,” lanjutnya.

Sementara Bill Ford, Executive Chairman, Ford Motor Company menyatakan bahwa keikutsertaan Ford dua tahun mendatang adalah babak baru bagi perusahaannya.

“Saat mendebarkan dalam kisah motorsport Ford yang dimulai sejak kakek buyut saya [Henry Ford] memenangkan balapan agar nama brand kami semakin tenar,” kata Bill Ford.

Sebagai catatan, beberapa kiprah Ford Motor Company di dunia balap bisa disimak film Ford v Ferrari yang menggambarkan pertarungan dua brand kenamaan dalam mengukir nama di pentas balap ketahanan atau endurance.

Sementara keikutsertaan Ford di balap F1 dimulai sejak 1960, menggunakan mesin DFV (Double Four Valve) dan dibangun dalam kemitraan dengan perusahaan teknik Inggris Cosworth. Prestasinya meraih 155 kemenangan dari 262 balapan antara 1967 sampai 1985.

Gelar kemenangan Ford di pentas F1 perdana berhasil direngkuh driver Inggris Graham Hill bersama tim Lotus pada 1968, kemudian driver Jerman, Michael Schumacher bersama tim Benetton pada 1994. Total juara konstruktor diperoleh 10 kali dan kategori driver diperoleh dari 13 pembalap. Catatan sukses yang menjadikan Ford sebagai produsen mesin tersukses ketiga dalam sejarah F1.