Progres Fisik Proyek Infrastruktur Dasar IKN Sudah Capai 14%

Progres Fisik Proyek Infrastruktur Dasar IKN Sudah Capai 14%

harian-nasional.com/ – JAKARTA – Progres pembangunan infrastruktur dasar pendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, yang ditargetkan rampung 2024 saat ini telah mencapai 14%.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hingga saat ini sudah 31 paket dikerjakan oleh kontraktor, konsultan manajemen konstruksi, dan supervisi. Paket tersebut tersebut terdiri atas pekerjaan land development, hunian pekerja, jalan logistik, jalan tol, embung dan drainase, intake air baku, kantor kementerian koordinator, sumbu kebangsaan, kompleks kantor, dan istana negara.

“Sejauh ini progres fisik infrastruktur IKN keseluruhan sudah 14% dan berjalan baik sesuai dengan tiga prinsip utama, yakni untuk menjamin kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan,” kata Menteri Basuki dalam pernyataan resminya seusai meninjau progres pembangunan infrastruktur dasar pendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Minggu (5/2/2023).

“Visi smart forest city harus menjadi panduan dan orientasi kita bekerja. Hati-hati, harus seminimal mungkin menebang pohon dan mengupas tebing. Justru kita manfaatkan pohon dan tebing yang ada untuk lansekap view kawasan yang bagus,” tambah Menteri Basuki.

Adapun implementasi visi smart forest city tersebut dilakukan dengan membatasi secara ketat penebangan pohon eksisting yang betul-betul sesuai dengan rencana manfaat jalan dan tapak bangunan, serta mempertahankan bentang alam yang ada di lapangan (elevasi, kontur, posisi) di bawah pengawasan ketat konsultan manajemen konstruksi dan supervisi pekerjaan. Hal itu termasuk melarang kendaraan over dimension over load (ODOL) agar tidak melintas di area KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan) IKN.

“Saya tegas soal ODOL, sudah ada aturannya. Kita harus memberi contoh yang baik, untuk truk angkut material jangan overload,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Basuki juga meninjau progres pembangunan Intake Sungai Sepaku berkapasitas 3.000 liter per detik yang akan dilengkapi dengan jaringan pipa transmisi untuk mendukung penyediaan air baku di IKN.

Menteri PUPR didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Kasatgas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga, Dirut PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Dirut PT Brantas Abipraya Sugeng Rochadi, Dirut PT PP Novel Arsyad, Dirut PT Adhi Karya Entus Asnawi, dan Dirut PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono.

Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga mengungkapkan, PUPR saat ini tengah mempercepat penyediaan air baku, seperti Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku progresnya sudah berada di atas 80%.

“Progres 82% dan 85% ini untuk menjamin ketersediaan air baku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP),” kata Danis.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (24/1/2023) mengatakan, PUPR telah memulai pembangunan infrastruktur di IKN, salah satunya jalan dan jembatan. Bahkan untuk periode tahun 2022-2024, sudah terdapat daftar proyek jalan jembatan beserta timeline pengerjaannya.

“Terdapat 16 kegiatan infrastruktur dukungan IKN senilai Rp 10,73 triliun,” kata Hedy.

Sebanyak 16 proyek jalan dan jembatan itu terbagi menjadi dua wilayah, yakni di Kawasan IKN dan KIPP IKN. Di kawasan IKN terdapat sembilan kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dengan pagu Rp 8,75 triliun dan tujuh proyek di KIPP IKN dengan pagu Rp 1,97 triliun, (lihat tabel).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hendro Sugiatno mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 15,87 miliar pada tahun ini untuk pembangunan transportasi darat di IKN Nusantara.

“Kami juga menyampaikan prioritas dalam penyusunan program di tahun anggaran 2023 di mana program prioritas tersebut menjadi agenda utama dalam meningkatkan pelayanan masyarakat antara lain dukungan Ibu Kota Negara,” kata Hendro.

Adapun rincian dari anggaran Rp 15,87 miliar itu terdiri atas dokumen perencanaan teknis IKN sebanyak 11 paket dengan alokasi anggaran Rp 9,77 miliar dan layanan angkutan antarmoda Balikpapan-IKN dengan alokasi anggaran Rp 6,1 miliar.

Jalan Tol IKN

Danis mengatakan, di luar KIPP, pihaknya juga tengah membangun tiga infrastruktur jalan tol dengan total panjang 27 kilometer dengan masing-masing progres di bawah 5%.

“Progresnya ada yang sudah 6%, ada yang 2%, ada yang 1% karena memang baru sekitar 2 bulan,” ungkap Danis.

Jalan tol akses seksi 5A, akses akan menyambung ke arah pulau Balang besar, Jembatan Balang besar, dan Jembatan Balang kecil. Nantinya, jembatan Balang kecil itu akan diduplikasi.

Hedy mengatakan terdapat 9 ruas jaringan jalan tol IKN Nusantara di Kalimantan Timur sepanjang 75,62 kilometer yang akan dibangun. Dari sembilan ruas itu, empat di antaranya ditargetkan rampung pada 2024, bersamaan dengan pemindahan ibu kota negara tahap pertama. Keempat ruas itu adalah Seksi 3A, 3B, 5A dan 6 dengan rincian, Seksi 3A Tol IKN Segmen Karangjoang-KKT Kariangau 13,4 kilometer, dan Seksi 3B Tol IKN Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung 7,325 kilometer. Lalu, Seksi 5A Tol IKN Segmen Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang 6,675 kilometer, dan Seksi 6 Tol IKN Segmen Bandara VVIP-Rencana Outer RR KIPP 5,77 kilometer.

Kemudian, untuk lima ruas lain yang ditargetkan selesai setelah 2024. Itu terdiri atas Seksi 1 Tol IKN Segmen Bandara Sepinggan-Tol Balsam 8,35 kilometer, dan Seksi 2 Tol Balsam eksisting 2,89 kilometer. Kemudian, Seksi 4A Tol IKN Segmen Simpang Tempadung-Rencana Outer RR KIPP 17,10 kilometer dan Tol IKN Segmen Exit Tol Outer RR KIPP-Rencana Inner RR KIPP 2,10 kilometer. Sedangkan untuk seksi 5B Tol IKN Segmen Jembatan Pulau Balang-Bandara VVIP 12,01 kilometer masih dikaji.

“Jadi 5B kita sedang usulkan tapi kita enggak yakin. Jadi selama 5B belum ada, kita akan menggunakan jalan eksisting,” kata Hedy.

Di sisi lain, kata Hedy, Presiden Joko Widodo menargetkan waktu tempuh dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan menuju IKN hanya 30 menit.

“Kita sudah ditargetkan bahwa dari bandara sampai IKN itu setengah jam maksimum oleh Presiden,” tambah Hedy.

Oleh karena itu, PUPR melalui Ditjen Bina Marga mencari jalur yang paling memungkinkan, yakni sepanjang 47 kilometer.

“Nanti dari bandara kita akan buat tol khusus ke arah sekitar Manggar, ke arah seksi 5 Balsam, kira-kira sepanjang 7 kilometer.

Nanti di sekitar kilometer 10 itu akan keluar langsung menuju ke Simpang Tempadung, melewati Kariangau,” jelas Hedy.

Kemudian jalan tol akan berlanjut ke arah utara dan menyebrangi selat dengan terowongan bawah laut atau immersed tunnel dan langsung masuk ke sekitar Sumbu Kebangsaan dekat Istana.