Crypto  

Prediksi Suku Bunga The Fed 2023: 25 bps adalah Kenaikan Terakhir

Prediksi Suku Bunga The Fed 2023: 25 bps adalah Kenaikan Terakhir

harian-nasional.com/ – Analis mulai berfokus pada prediksi suku bunga The Fed terbaru, yang kemungkinan akan kembali dinaikkan pada pertemuan FOMC minggu ini.

Prospek kenaikan suku bunga telah membawa investor dalam kekhawatiran, telah membawa harga Bitcoin (BTC) merosot lebih rendah dari level psikologis utamanya, US$30.000.

Prediksi Suku Bunga The Fed

Berdasarkan laporan Bitcoin News, beberapa laporan dan survei menunjukkan adanya keyakinan pengamat pasar bahwa suku bunga bank sentral AS akan naik di pertemuan terbaru.

Pada FOMC minggu ini, pengamat menilai akan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, di mana alat FedWatch CME menunjukkan 83,9 persen prediksi kenaikan, dan hanya ada 16,1 persen yang prediksi tidak ada kenaikan bulan ini.

Prediksi suku bunga terbaru ini mirip seperti perkiraan para ekonom di bulan April 2023, meyakini akan adanya kenaikan lagi sebesar 25 bp.

“Tanda-tanda menunjukkan FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen dalam keputusan 3 Mei, meskipun terjadi gejolak dalam sistem perbankan, dan menandakan bahwa ini akan menjadi kenaikan terakhir untuk sementara waktu. Fase selanjutnya dari siklus pengetatan adalah mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi tersebut, sambil mengamati apakah tren inflasi turun,” ungkap ekonom Bloomberg.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Reuters, ada 90 persen dari 105 ekonom yang menduga kenaikan suku bunga sebesar 25 bp.

59 ekonom meyakini bahwa tingkat dana federal akan tetap tidak berubah hingga akhir tahun ini. Sementara, 26 ekonom memperkirakan terjadinya penurunan suku bunga.

“Para enom tidak mengantisipasi tingkat inflasi di AS untuk mencapai target Fed 2 persen hingga 2025. Para ekonom juga mencatat bahwa masih ada risiko tingkat inflasi melonjak lagi tahun ini,” ungkap hasil survei tersebut.

Di sisi lain, Kepala Ekonom AS di Bank of America (BOFA) Securities, Michael Gapen, menilai bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum target 2 persen terwujud.

Ia pun menggarisbawahi bahwa kenaikan suku bunga acuan di bulan Mei masih belum pasti.

“Di sisi data, meskipun terjadi perlambatan inflasi di bulan Maret, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk kembali ke target 2 persen… Kami mempertahankan penurunan suku bunga pertama pada Maret 2024. Jika tekanan dalam sistem keuangan berkurang dalam waktu singkat, kami tidak dapat mengesampingkan bahwa data makro yang lebih kuat akan membuat Fed melakukan kenaikan tambahan setelah Mei,” ujar Gapen.

Bagaimana suku bunga acuan akan diumumkan pekan ini dapat menjadi dasar selera risiko utama untuk kripto. Mari kita saksikan. [st]