Crypto  

Prediksi Harga Bitcoin Sudah Mentok Bawah Menurut Analis

Prediksi Harga Bitcoin Sudah Mentok Bawah Menurut Analis

harian-nasional.com/ – Jelang penghujung tahun ini, beberapa Analis telah mengeluarkan prediksi harga Bitcoin (BTC) yang menarik, crypto winter akan berakhir.

Sejak melemahnya indeks dolar AS dan pidato Ketua The Fed yang mengungkapkan akan ada perlambatan pada kenaikan suku bunga, pasar kripto secara perlahan mulai mencoba pulih.

Dipimpin oleh Bitcoin, yang mulai mencoba bergerak lebih tinggi dari level US$17.000, sebagai batas atas dari pergerakan sideways dalam beberapa hari terakhir.

Sejak itu, beberapa Analis telah melihat peluang pembentukan titik bottom untuk mengakhiri crypto winter. Apakah akan menjadi dasar untuk bull run selanjutnya?

Prediksi Harga Bitcoin (BTC)

Berdasarkan laporan Bitcoin Magazine, divisi penelitian dari Blockware Solutions, Blockware Intelligence, telah menerbitkan laporan prediksi kriptonya untuk tahun 2023.

Laporan tersebut memuat prakiraan ekonomi makro secara luas, serta menunjukkan indikator on-chain dan respon Bitcoin untuk potensi harga kripto di tahun depan. Ini melihat harga BTC akan segera turun.

Grafik di atas menunjukkan harga realisasi pemegang jangka pendek (STH) dan jangka panjang (LTH), yang beriringan dengan harga Bitcoin.

Terlihat, STH adalah metrik pergerakan cepat yang lebih fluktuatif yang begitu dekat dengan pergerakan harga BTC dipegang. Ini terus bergerak dalam periode tertentu.

Sementara, LTH adalah metrik yang kurang stabil dan lebih kaku, cukup berjarak dari pergerakan harga BTC yang dipegang. Ini tidak bergerak untuk waktu yang lebih lama.

Saat harga Bitcoin berada lebih rendah dari garis LTH, itu artinya sebagian besar pemegang jangka panjang berada dalam posisi merugi. Ini biasa terjadi di pembentukan bottom level di pasar bearish.

Di masa lalu, saat harga BTC sudah berada di bawah LTH, maka itu akan segera berbalik untuk lebih tinggi dari LTH dan STH. Ini menandakan harga akan membentuk bottom di pasar bearish saat ini, tidak lama lagi.

Selain itu, laporan Blockware Intelligence juga meyoroti kebangkrutan yang melanda Celsius, FTX dan BlockFi. Ini menjadi faktor peningkatan minat pada kustodian pribadi untuk aset kripto milik investor (self-custody).

Secara historis, self-custody berdampak pada peningkatan harga aset kripto karena harga yang sebelumnya tertekan oleh faktor negatif bursa, perlahan sirna.

Jumlah simpanan BTC di bursa telah cenderung turun karena self-custody, berpeluang membawa investor menjadi pemegang jangka panjang dengan menaruh aset di dompet kripto pribadi.

Peningkatan jumlah pengguna Bitcoin on-chain juga dilaporkan oleh Blockware, mengindikasikan akan dimulainya pemulihan harga, seperti yang terjadi di tahun 2018.

Laporan Blockware Intelligence juga menyoroti sektor penambangan kripto, berharap alat tambang terbaru ASIC, S19XP, dapat mempertahankan nilainya lebih lama dari pendahulunya.

Kemampuan ini akan berdampak pada harga alat dan juga rencana bisnis penambang dalam beberapa tahun ke depan.

Kesulitan penambangan pun terlihat telah meningkat pesat, yang diperkirakan akan memperlambat kemajuan di tahun 2023. Krisis energi global dan minimnya investasi pada sektor penambangan kripto menjadi dua faktor utama yang mendasarinya.

Terlebih, dampak konflik Rusia-Ukraina telah meningkatkan harga energi global, seperti minyak dan gas. Krisis energi dimulai dari sini, membuat biaya listrik mahal dan sulitnya pasokan, tidak memungkinkan menjalankan bisnis penambangan di beberapa negara maju.

Laporan tersebut pun memprediksi, AS akan menjadi tujuan utama para penambang kripto di tahun 2023 karena kekuatan dolar AS, harga energi yang stabil dan dampak inflasi internal yang lebih rendah.

Pembalikan Tren Pasar?

U Today melaporkan, CEO BitMEX melihat bahwa ada kemungkinan besar harga BTC telah mencetak bottom.

Arthur Hayes menyoroti kemungkinan akan berakhirnya aksi jual dari para penambang dan perusahaan crypto lending terpusat karena posisi mereka sudah merugi.

Pandangan bullish Arthur diketahui berpegang pada asumsi bahwa, The Fed akan lebih mengarah pada kebijakan yang dovish. Ini akan memompa pertumbuhan selera risiko investor di tahun 2023.

Arthur pun menyoroti adanya penurunan ke titik terendah di tahun 2021 pada open interest, yakni posisi terbuka gabungan di seluruh bursa derivatif.

Meski Arthur menilai itu bisa saja terus turun saat pasar bearish belum mereda, ia melihat pasar yang lesu tidak akan menciptakan likuidasi yang besar. Open interest tidak akan berubah dengan cepat karena hal tersebut.

Arthur pun tampak memprediksi adanya peluang terbentuknya level terendah baru sebelum berbalik, dengan mengatakan di Twitter bahwa dirinya akan bersiap untuk membeli BTC di harga US$10.000. [st]