Penyebab Tak Ingat Mimpi Semalam, Bisa Jadi Gangguan Tidur

harian-nasional.com/ – Mimpi merupakan bagian mengesankan saat seseorang tertidur. Tak heran, sebagian orang ingin mengingat jelas peristiwa yang terjadi dalam mimpi saat terbangun di keesokan harinya.

Perlu diketahui, mimpi adalah serangkaian pikiran, gambaran, Mimpi dapat terjadi karena daerah tertentu di otak diaktifkan melalui pola listrik dan aktivitas kimia yang berurutan.

Mimpi dapat menampilkan peristiwa menyenangkan seperti berlibur hingga bertemu orang tercinta. Namun, mimpi tidak selalu berisi kisah bahagia.

Bertarung melawan penjahat atau pengalaman menyelamatkan diri dari bencana alam bisa jadi merupakan peristiwa tak membahagiakan yang dapat terlintas dalam mimpi ketika kita tertidur.

Meski dapat memicu berbagai pergulatan emosi, seseorang umumnya ingin mengingat mimpinya dengan jelas, bahkan dapat menceritakan kepada orang lain saat terbangun.

Sayangnya, tidak semua mimpi dapat diingat dengan jelas, bahkan sama sekali dilupakan sehingga membuat kita merasa kecewa atau penasaran sepanjang hari.

Agar lebih jelas, berikut beberapa penyebab seseorang tidak dapat mengingat mimpi semalam saat terbangun di pagi hari.

1. Lompatan dari tidur REM ke fase tidur lainnya

Tidur REM (Rapid Eye Movement) disebut juga sebagai tidur bermimpi.

Pada kondisi ini pernapasan menjadi lebih cepat, tidak teratur, dan dangkal. Selain itu, mata bergerak ke segala arah dengan sangat cepat, seperti gelisah.

Kemudian, aktivitas otak dan detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan pada pria dapat mengembangkan ereksi.

Periode tidur REM pertama biasanya terjadi sekitar 70-90 menit setelah Anda tertidur. Pada periode ini, kita dapat bermimpi.

Mimpi terjadi akibat peningkatan aktivitas otak, tetapi otot mengalami kelumpuhan sementara yang disengaja.

Sayangnya, lompatan dari tidur REM ke fase tidur lain, yaitu tidur ayam, menuju tidur pulas, atau tidur pulas, dapat mengakibatkan seseorang sulit mengingat mimpinya.

2. Mimpi memudar saat orang terbangun

Mimpi memudar dengan cepat saat kita terbangun dari tidur. Sinyal-sinyal listrik dan tanda-tanda kimiawi yang membentuk pengalaman mimpi itu mungkin menghilang saat terjaga, seperti pesan yang tertulis di cermin berkabut yang menghilang saat uap menguap.

Ada kemungkinan mimpi tersebut diingat setelah beberapa hari, jika dipicu oleh pengalaman yang mengaktifkan kembali area otak yang sama dengan yang menciptakan mimpi tersebut.

3. Isi mimpi yang kurang berkesan

Pikiran manusia terus bekerja sepanjang waktu, namun biasanya membuang beberapa informasi yang tidak penting, termasuk ingatan akan mimpi.

Namun, apabila mendapatkan mimpi yang emosional dan berkesan, seseorang akan lebih mudah mengingatnya karena hal itu dapat memicu gairah, kebangkitan, dan cerita yang terorganisir di kepala kita.

4. Gangguan tidur

Dilansir dari Verywell Mind, beberapa gangguan tidur berikut dapat memengaruhi ingatan tentang mimpi.

  • Apnea tidur obstruktif yang tidak diobati mengakibatkan orang berada dalam fase tidur REM. Bagi sebagian orang, kondisi ini juga dapat menganggu pernapasan karena relaksasi otot saluran napas.
  • Narkolepsi atau gangguan tidur kronis yang menyebabkan kantuk luar biasa di siang hari atau mendadak tertidur pada malam hari. Kondisi ini menyebabkan hilangnya ingatan akan mimpi, halusinasi, dan kelumpuhan tidur.
  • Kebiasaan tidur yang buruk seperti jam tidur kurang atau terlalu banyak melihat layar sebelum terlelap dapat meningkatan stres sehingga ingatan tentang mimpi pun memudar.