Pengembangan Mesin Rotary Hasilkan Nyaris Nol Emisi, Solusi Menarik Selain Listrik

harian-nasional.com/ – JAKARTA – Berbagai cara telah dilakukan oleh para pabrikan otomotif untuk membuat mesin pembakaran internal menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Mulai dari mengawinkan dengan motor hybrid, menyematkan fitur canggih demi membuat kendaraan bisa mencapai titik paling ramah lingkungan untuk digunakan. Pasalnya sejumlah negara telah menerapkan aturan standar emisi kendaraan bermotor semakin mendekati nol karbon, lalu bagaimana selanjutnya.

Salah satu ide yang paling menarik perhatian adalah hadirnya mesin Omega 1 besutan perusahaan penerbangan Astron Aerospace. Mereka tidak menggunakan mesin dengan basis desain rotary Wankel. Tapi mesin ini diklaim memiliki emisi mendekati nol dan memiliki daya spesifik power-to-weight ratio yang tinggi. Secara teori mesin tersebut tidak hanya dapat digunakan pada pesawat tetapi juga bisa menjadi sumber tenaga mobil dan motor.

Dilihat dari desain yang dihadirkan oleh Omega 1 terdapat dua pasang rotor yang masing-masing saling bertumpuk di atasnya. Selain itu keduanya juga didesain untuk memiliki putaran yang berlawanan dengan satu rotor berfungsi sebagai supercharger dan sepasang lagi berfungsi untuk menangani pembakaran dan pembuangan. Di atas kertas, Omega 1 mampu memampatkan udara masuk hingga pada 200-300 psi dan ini merupakan tekanan yang paling kuat dari mesin apapun.

Mesin tersebut juga mampu menghasilkan tenaga sebesar 157 hp dengan torsi puncak yang mencapai 230 Nm dengan putaran maksimal mencapai 25.000 rpm. Sementara itu mesin Omega 1 juga memiliki bobot yang cukup ringan sekitar 15,9 kg, sementara mesin konvensional 3-silinder berkapasitas 1.0 liter rata rata memiliki bobot mencapai 97 kg. Di samping itu, Omega 1 juga membekali dengan pendingin udara sehingga mesin tetap mendapatkan suhu yang ideal dan performa mesin dapat tetap terjaga.

Meski terlihat seperti turbin namun Omega 1 memiliki sistem kerja yang berbeda, bahkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin langsung dialirkan ke roda melalui satu poros daya yang terus berputar. Selain itu, Omega 1 juga memiliki fitur yang membuat mesin lebih efisien serupa dengan penonaktifan silinder pada kendaraan dengan mesin piston. Saat mesin pertama kali dinyalakan, putaran mesin akan bekerja secara maksimal namun saat dikendarai, mesin secara otomatis akan menyala sesuai dengan kebutuhan.

Astron Aerospace juga menjelaskan secara sederhana bahwa mesin Omega 1 memiliki konsep serupa dengan mesin pemotong rumput 1 silinder. Bahkan mereka juga menyatakan bahwa biaya perawatannya lebih sederhana dan murah, menurut klaimnya mesin hanya perlu diperiksa atau overhaul saat mencapai 160.000 km.

Meski demikian Astron yang kini bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS belum berencana untuk menerapkan gagasan tersebut pada produsen mobil atau motor. Saat ini Astron Aerospace hanya fokus untuk mensuplai mesin tersebut untuk kebutuhan pemerintah Amerika Serikat secara eksklusif.

Ide brilian ini bisa menjadi salah satu cara untuk menekan tingkat emisi kendaraan tanpa harus mengubahnya ke kendaraan bertenaga listrik sepenuhnya. Di satu sisi, kendaraan listrik masih memiliki sejumlah kekurangan seperti waktu pengisian yang lama serta kapasitas sel ion lithium yang berkurang seiring dengan penggunaannya. Meskipun, Institut Sains dan Teknologi Gwangju telah mengembangkan jaringan yang terbuat dari grafena oksida yang mengikat partikel nano pada baterai demi mengatasi masalah tersebut.(ALVANDO NOYA / WH)

Sumber: Autocar

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”