Crypto  

Penambang Bitcoin Tambah Stok BTC

Penambang Bitcoin Tambah Stok BTC

harian-nasional.com/ – Kejatuhan pasar kripto tidak hanya dimanfaatkan oleh investor, tetapi juga oleh penambang Bitcoin untuk tambah stok BTC mereka.

Melihat harga ATH dari Bitcoin, harga saat ini sudah merosot lebih dari 70 persen, membawa peluang untuk serok di harga diskon besar.

Banyak pengamat menilai, harga BTC akan melesat lebih tinggi dari ATH setelah pulih dari crypto winter, seperti yang selalu terjadi di masa lalu.

Penambang Bitcoin Sudah Borong BTC

Berdasarkan laporan Crypto Slate, beberapa penambang Bitcoin (BTC) besar telah meningkatkan kepemilikan mereka di bulan November kemarin, meski pasar bearish belum terlihat akan usai dalam waktu dekat.

Berdasarkan tabel di atas, penambang kripto Hut8, Marathon dan Rito telah menambahkan kepemilikan mereka di bulan November, masing-masing sebanyak 238, 472 dan 72 BTC.

Selain itu, tiga penambang tersebut juga telah mengalami peningkatan stok secara konsisten sejak Januari 2022. Sisa penambang pada tabel mengalami penurunan stok di bulan November.

Berdasarkan tabel, Hut8 menjadi penambang kripto yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di sepanjang tahun ini. Marathon menjadi pemegang kumpulan BTC terbanyak.

Dari sisi persentase, Hut8 telah meningkatkan stok sebanyak 53,1 persen sejak awal tahun, diikuti oleh Riot di posisi kedua dengan peningkatan sebanyak 28,9 persen dan Marathon di posisi ketiga dengan 16,7 persen.

Melirik kebalikannya, Core Scientific duduk di posisi teratas sebagai penambang yang paling banyak mengalami penyusutan stok, lebih dari 99 persen, tanda akan bangkrut.

Di posisi kedua, ada penambang Argo yang mengalami penyusutan lebih dari 95 persen di sepanjang tahun. Argo juga diperkirakan akan bangkrut, namun telah menjual 15 persen saham kepada investor tunggal untuk bertahan hidup.

Penambang Bitfarms mengisi posisi ketiga dengan mengalami penyusutan stok lebih dari 63 persen hanya dalam 11 bulan.

Crypto winter terbaru menjadi sebuah musim dingin yang panjang dan menyiksa para penambang, membuat mereka harus bekerja ekstra keras untuk tetap bertahan hidup sambil menanti musim semi datang.

Para pengamat pun menilai, pasar kripto kemungkinan akan segera pulih sehingga aksi serok mulai banyak terjadi di kalangan investor ritel dan institusi.

Menanti Sentimen Makro AS Sebagai Landasan

Lesunya data ekonomi AS telah menekan indeks dolar AS, tetapi juga turun menekan harga Bitcoin untuk merosot dari level tertinggi multi-hari.

Cointelegraph melaporkan, pasar kripto menyikapi dengan negatif data indeks harga produsen AS (PPI), meski dirilis melampaui ekspektasi pasar.

“[Hanya ada] Sedikit reaksi berlebihan terhadap PPI, yang telah turun secara signifikan dari bulan lalu, tetapi kurang dari yang diharapkan,” ujar Michael van de Poppe, Pendiri dan CEO dari Firma Perdagangan Eight.

Lanjut dikatakan, pasar akan lebih terfokus pada data AS berikutnya, yaitu data CPI, yang akan menjadi isyarat makro dari kondisi AS dan inflasi.

Eksekutif dari QCP Capital pun menyoroti CPI sebagai faktor penting dalam membangun selera risiko investor. Dinilai, data CPI akan melandai seperti sebelumnya, membawa prospek yang lebih rendah untuk menutup tahun 2022.

Setelah CPI, pertemuan bank sentral (FOMC) juga akan menjadi katalis besar berikutnya, sehingga investor benar-benar terfokus pada sentimen tersebut, sedikit mengabaikan data PPI.

“Di FOMC, anggota The Fed akan merilis proyeksi terbaru inflasi dan suku bunga. Pasar akan fokus pada di mana mereka akan memperkirakan inflasi tahun depan, serta di mana mereka melihat rate pada tahun 2023 dan 2024. Kedua peristiwa ini adalah rintangan terakhir yang tersisa untuk [peluang] reli hingga akhir tahun,” ujar Eksekutif QCP Capital.

Alat FedWatch dari CME Group pun menilai bahwa, jika data CPI mengecewakan, maka reli saham dapat tertahan, atau bahkan berakhir. Kenaikan suku bunga 50 basis poin kemungkinan besar akan terjadi.

Di akhir pekan, indeks dolar AS menutup datar. Analis saham James Choi menilai itu adalah hal yang mudah diduga karena The Fed telah mempertimbangkan penurunan pada laju kenaikan suku bunga.

Choi memperkirakan bahwa data CPI akan jauh lebih rendah dari ekspektasi, kenaikan 50 basis poin pada suku bunga kemungkinan besar akan terjadi.

“Powell tidak akan terpengaruh dengan data PPI, tidak akan mengubah rencananya [pelambatan kenaikan suku bunga],” ujar Choi. [st]