Wisata  

Museum Negeri Balaputra Dewa

harian-nasional.com/ – Alamat: Jl. Srijaya No.I, RW.5, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30139Map: Klik DisiniHTM: Rp. 2.000 per OrangBuka Tutup: Selasa – Minggu, Pukul 08.00 – 16.00 WIBTelepon: 0711 – 412636

Kenanekaragaman di Indonesia memang nyata adanya, bukan sebuah hal baru namun memang menjadi maskot dari Indonesia. Berbagai macam peninggalan sejarah adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki keragaman yang sangat luas. Setiap daerah memiliki keunikan dan kesejarahan masing – masing.

Di Palembang saja terdapat berbagai tempat wisata dan situs bersejarah. Memang benar, sebagai salah satu kota yang berada di Sumatera Selatan merupakan salah satu kota tertua di Indonesia.

Pada abad ke-15, Sumatera Selatan dikenal dengan nama Kerajaan Sriwijaya yang merupakan kerajaan maritime termasyur senusantara. Kali ini kita akan membahas tentang Museum Negeri Balaputra Dewa. Terdapat sejarah yang terukir dalam museum ini.

Seputar Lokasi

Seperti museum – museum pada awamnya Museum Balaputra Dewa memiliki beragam koleksi peninggalan sejarah khususnya pada era Kerajaan Sriwiaya. Museum ini memiliki tiga ruang pamer utama. Terdapat ribuan koleksi benda tradisional, batu – batuan ukir, arca dan lain – lain.

Museum adalah wisata yang cocok digunakan sebagai tempat rekreasi sembari menambah wawasan seputar sejarah yang ada di Palembang.

Namun museum ini tidak selalu ramai olehpengunjung yang datang. Padahal fasilitas yang ada sudah terbilang memadai dan bersih. Maka dari itu perlunya pengertian pada tiap orang akan pentingnya mengenal kesejarahan.

Mengenal Sejarah

Namanya sendiri diambil dari salah satu nama raja di Kerajaan Sriwijaya yang telah mampu menuliskan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang sangat disegani.

Situs ini dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan pada tahun 1984. Area lokasi seluas 23.565 meter persegi dengan bangunan – bangunan di atasnya.

Sebelum berubah nama menjadi Museum Negeri Balaputradewa, dulu tempat ini bernama Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan. Perubahan nama ini bertujuan untuk mengenang nama dari seorang raja yang telah berjasa di tanah Sriwijaya itu.

Koleksi 3 Periode

Ternyata koleksi di sini sangat unik, terdapat benda dari 3 masa yaitu masa pra sejarah, masa Kerajaan Sriwijaya dan masa perang mempertahankan kemerdekaan. Setiap koleksi dilengkapi dengan informasi berupa tulisan dan monitor tv sehingga penyampaian lebih dipahami oleh pengunjung.

Koleksi masa pra sejarah diantaranya yaitu kapak lonjong, arca megalitik, kapak genggam, tengkorak homo erectus, beliung persegi dan masih banyak lagi.

Saat kita masuk di ruang pamer ini kita akan disuguhkan suasana prasejarah dimana dinding – dingingnya di hias dengan lukisan kegiatan pada masa itu. Adapun miniature gua Putrid yang merupakan situs ditemukannya fosil dari manusia purba dengan jumlah terbanyak dan terlengkap se Indonesia.

Selanjutnya koleksi pada masa Kerajaan Sriwijaya yang secara umum berisi historika, feologi, keramik, etnografi, biologika, seni rupa, geologi, dan perabot rumah tangga.

Di ruang kedua ini disajikan peninggalan arca masa kerajaan Sriwijaya hingga peninggalan dari kerajaan Palembang Darussalam. Terdapat replika prasasti Telaga Batu yang ditemukan pada tahun 1935 yang diatasnya terdapat 7 buah kepala ular.

Selain itu ada pula peninggalan dari jaman Agama Hindu yang ditemukan di Bumi Ayu seperti arca Awalokiteswara. Kemudian ada sebuah wadah guci yang menceritakan tentang manusia yang terdiri dari empat unsur elemen api, air, tanah dan udara.

Lanjut pada era ketiga, yaitu masa perang mempertahankan kemerdekaan terdapat benda – benda peninggalan dari masa kolonial Belanda. Koleksinya diantaranya adalah uang koin, radio, piringan hitam, pistol, pedang, meriam, pakaian, dan masih banyak lagi.

Di bagian belakang museum terdapat rumah adat Palembang yaitu rumah Limas. Rumah Limas ini mirip dengan gambar pada uang pecahan Rp.10.000,- apabila anda membawa uang tersebut anda bias membandingkannya secara langsung.

Selain rumah Limas juga terdapat rumah Bergajah, yaitu tempat orang – orang terhormat. Lalu ada pula rumah Hulu atau rumah anti gempa.

Rumah Hulu ini memiliki keunikan yaitu tiang rumah tidak ditanam melainkan hanya menggunakan batu yang dijadikan sebagai penyangga. Rumah ini berbobot ringan, dinding yang bias dibuka dan tidak memiliki jendela. Rumah ini banyak dijumpai di daerah Asam Kelat.

Ada yang baru, terdapat ruang khusus yang berisi tentang pertukaran budaya antara Kesultanan Malaka dan Palembang. Ruang pamer ini didedikasikan untuk masyarakat Palembang karena adanya ikatan batin antara masyarakat Malaka dan Palembang.

Cerita singkatnya, pada saat kerajaan Sriwijaya diambil alih oleh Kerajaan Majapahit, Prameswara melarikan diri ke semenanjung Malaka dan menikah dengan penduduk setempat lalu masuk Islam dan berganti nama menjadi Iskandar Syah. Kemudian ia mendirikan sebuah kerajaan di tanah Malaka yang disebut Kesultanan Malaka.

Cara Menuju Lokasi

Museum Balaputra Dewa Palembang beralamat di Jl. Srijaya I No. 288, km 5,5 Kota Palembang. Bagi anda yang ingin mengunjungi tempat ini terdapat berbagai cara untuk mencapainya.

Apabila anda membawa kendaraan pribadi, lewat jalan Jenderal Sudirman kea rah km 5, kemudian anda akan menemui petunjuk arah menuju Museum yakni belok menuju jalan Srijaya I. Sekitar 500 meter anda akan menjumpai gedung Museum yang berada di sisi kanan jalan.

Apabila anda ingin menggunakan angkutan umum, anda dapat naik dari kawasan Ampera dengan angkutan berwarna merah jurusan km 5.

Saat sampai di pertigaan jalan Srijaya, anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau dapat naik ojek. Selain itu anda juga bias mencoba naik bus trans musi dan bus kota untuk menuju lokasi tersebut.

Museum Balaputra Dewa buka hari Selasa sampai hari Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB. Museum ini akan tutup pada hari Senin.

Harga Tiket Masuk

Biaya masuknya pun sangat terjangkau yaitu sebesar Rp. 2.000 per Orang.

Keamanan dan Kenyamanan

Setiap wisatawan diizinkan membawa kamera namun harus tetap menjaga ketertiban selama mengambil gambar demi kenyamanan bersama.

Setiap pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan selama di dalam museum, oleh karenanya lebih lebih baik tidak membawa makanan dan minuman masuk ke dalam museum.

Apabila anda memerlukan bantuan, jangan ragu untuk bertanya atau meminta panduan dari tour guide museum agar mendapat informasi yang akurat.

Dikarenakan gedung auditorium juga sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara, sebaiknya menghindari berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu.