Miris! Unit Nggak Dapat, Konsumen Meikarta Masih Terpaksa Lanjut Cicilan

Miris! Unit Nggak Dapat, Konsumen Meikarta Masih Terpaksa Lanjut Cicilan

harian-nasional.com/ – Mega proyek Meikarta di Cikarang Selatan, Kabupaten bekasi menjadi sorotan. Kondisinya yang mangkrak membuat konsumen resah karena tak kunjung menerima unit.

Ketua Komunitas Peduli Konsumen Meikarta Aep Mulyana mengatakan, konsumen telah melakukan transaksi sejak 2017. Mereka dijanjikan serah terima unit pada tahun 2019.

Namun hingga sekarang, unit yang dijanjikan tak kunjung mereka terima. Berbagai cara telah dilakukan konsumen demi menagih hak mereka.

“Begitu kami tanya ke Bank Nobu soal unitnya, mereka jawab ‘bapak tanyakan saja ke pengembangnya’. Kan nggak fair, dia fungsi bank sebagai penjamin itu apa,” kata Aep saat dihubungi, Senin (12/12/2022).

Ia menyebut banyak konsumen marah karena hal ini. Menurut Aep, apa yang dialaminya dan anggota komunitas sebagai pemerasan berkedok elot.

“Marah konsumen ini. Disuruh nyicil terus tapi unit (apartemen) nggak bisa dipastikan. Jadi ini semacam pemerasan, diduga semacam pemerasan berkedok elit,” jelasnya.

Namun banyak konsumen tetap rela membayar cicilan mereka. Pasalnya banyak yang merasa takut BI checking mereka bermasalah jika tidak melanjutkan cicilan.

“Kalau nggak diteruskan cicilannya nanti BI checkingnya bermasalah. Kan kasihan konsumen,” paparnya.

Meskipun, Aep tak menampik ada beberapa konsumen yang nekat tidak melanjutkan cicilan. Alasannya karena ketidakpastian dan jadi beban yang memberatkan.

Ia pun berencana mengirim surat ke Bank Indonesia dan OJK terkait hal ini. “Bukan masalah nggak mau cicil. Lha ditanya kapan selesa, Bank-nya nggak bisa jawab, tapi kita suruh nyicil,” tegasnya.

Aep mengaku sempat menggeruduk Bank Nobu terkait ini. Saat ditanya soal kepastian unit apartment saat cicilan lunas, pihak bank mengaku hanya bisa memberi surat keterangan lunas saja.

“Saya sempat geruduk Nobu Bank. Ditanya, kalau ini lunas unitnya siap nggak, apa yang mau dikasih? Jawabannya surat keterangan lunas saja. Loh, cuma dikasih surat, bukan unit,” jelanys.

Adapun jumlah konsumen Meikarta di bawah Komunitas Peduli Konsumen Meikarta sebanyak 121 orang per 12 Desember 2022. Total kerugian anggota komunitas ini diperkirakan mencapai Rp 30-40 miliar.