Korban Meninggal Pascagempa Turki Tembus 23.700 Jiwa, Penjarahan Toko Mulai Terjadi

Korban Meninggal Pascagempa Turki Tembus 23.700 Jiwa, Penjarahan Toko Mulai Terjadi

harian-nasional.com/ – Korban gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah makin bertambah setelah tim penyelamat dikerahkan. Per Sabtu, 11 Februari 2023, jumlah korban meninggal dunia di Turki dan Suriah mencapai 23.700 jiwa.

Adapun rinciannya adalah korban tewas di Turki sebanyak 20.213 orang, dan di Suriah sebanyak 3.500 orang. Korban yang selamat kini menjadi tunawisma lantaran rumah mereka ambruk, dan harus bertahan hidup di tengah cuaca ekstrem.

Tim penyelamat dari berbagai negara mulai membongkar gedung-gedung yang roboh demi mencari korban yang tertimpa reruntuhan. Dari video yang beredar di media sosial memperlihatkan tim penyelamat mulai menemukan dan mengevakuasi anak-anak.

Anak-anak yang masih hidup dan berhasil selamat langsung dibawa ke tempat aman. Petugas medis mengawasi mereka lantaran tak sedikit yang kini harus hidup sebatang kara usai kehilangan seluruh anggota keluarganya.

Presiden Suriah Bashar Al-Assad kini telah menyetujui bantuan kemanusiaan di garis depan wilayah perang saudara. Hal itu guna mempercepat datangnya bantuan bagi masyarakat. Penyaluran bantuan pangan oleh Program Pangan Dunia (WFP) di Suriah barat laut sempat mengalami hambatan lantaran keadaan perang.

Seiring bertambahnya korban, gempa di Turki dan Suriah ini berada di urutan ketujuh sebagai bencana alam paling mematikan. Posisi tersebut di atas gempa dan tsunami yang melanda Jepang tahun 2011 lalu, bencana ini juga hampir mendekati gempa Iran pada tahun 2003 yang mengakibatkab 31.000 orang tewas.

Melansir Reuters, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak membantah jika respons pemerintahannya kurang cepat. Padahal Erdogan menyebut bahwa negaranya memiliki tim pencarian dan penyelamatan terbesar di dunia.

Erdogan juga sangat prihatin dengan kondisi para korban yang saat ini harus hidup di tengah kekurangan dan cuaca dingin. Bahkan tak sedikit warga yang melakukan penjarahan toko untuk bertahan hidup.

Gempa di Turki yang berkekuatan magnitudo 7,8 ini juga telah melampaui gempa di negara tersebut pada tahun 1999. Pada gempa tersebut jumlah warga Turki yang tewas sebanyak 17.000 orang.

Selama proses pencarian masih dilakukan, ahli memperkirakan bahwa korban meninggal dunia masih akan mengalami peningkatan. Proses penyelamatan kini sudah mendapatkan bantuan dari puluhan negara tetangga.

Para penyelamat bekerja siang dan malam di tengah dinginnya cuaca di Turki dan Suriah . Mereka akan hening saat mendengar ada suara dan tanda kehidupan di bawah reruntuhan.

Saat ini korban yang masih hidup mulai mendirikan tempat berlindung di area yang aman seperti tempat parkir supermarket, masjid, atau bahkan di pinggir jalan dan di tengah reruntuhan. Di Turki maupun Suriah , masyarakat masih sangat membutuhkan pangan dan perlengakpan hidup lainnya.***