Beauty  

Kenalan Yuk! Ini Penyebab dan Tips dari Tren Menyehatkan Skin Barrier

harian-nasional.com/ – (c) Shutterstock

Salah satu istilah yang sering menjadi pembahasan dalam dunia kecantikan adalah skin barrier. Banyak anjuran dan saran dari para pakar kecantikan untuk mulai menjaga dan memperbaiki kondisi skin barrier. Terlebih saat ini tren kecantikan banyak yang mengedepankan produk yang menyehatkan skin barrier.

So, apa itu skin barrier, fungsinya, beserta tips menjaga kesehatannya? Berikut ulasan yang menarik untuk kamu ketahui dilansir dari healthline.com.

Tak Kenal, Maka Tak Paham

Skin Barrier atau penghalang kulit, sering kali disebut sebagai moisture barrier atau acid mantle, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lapisan atas kulit. Dilansir dari laman kiehls.com, ketiga lapisan utama kulit tersebut adalah lapisan paling atas (epidermis), lapisan tengah (dermis), dan lapisan bawah (hipodermis). Bagian terluar dari epidermis adalah stratum korneum, atau skin barrier.

Skin barrier terdiri dari satu bagian penting yang disebut mantel asam. Ini adalah lapisan tipis yang sangat halus dan sedikit asam pada permukaan kulit yang terbuat dari minyak alami, asam amino, dan keringat. Fungsi mantel asam ini adalah untuk membantu melindungi kulit dari bakteri, virus, dan kontaminan potensial lainnya.

Mantel asam memainkan peran yang sangat penting dalam melindungi skin barrier dari ancaman eksternal dengan bekerja bersama bahan-bahan alami kulit seperti ceramide, kolesterol, enzim, keringat dan bahkan minyak kulit diri sendiri. Namun ketika mantel asam tidak seimbang, kondisi kulit seperti kekeringan, jerawat, peradangan, pori-pori membesar dan sifat berminyak bisa muncul. Hal ini adalah tanda-tanda bahwa skin barrier kamu sedang bermasalah.

Ciri-Ciri Skin Barrier Rusak

© Shutterstock

Skin Barrier bisa rusak karena dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak fungsi skin barrier di antara lain seperti merokok, kurang tidur, polusi, radiasi UV, face cleanser yang keras, terlalu sering memakai exfoliating acids, serta penggunaan physical exfoliant yang keras.

Adapun gangguan pada fungsi inti penghalang kulit yang ditunjukkan dalam beberapa ciri-ciri, termasuk :

    Iritasi kulit kronis

    Kulit dehidrasi, kering, dan berwarna kusam

    Kulit terasa gatal

    Hiperpigmentasi

    Infeksi kulit

    Penyembuhan luka tertundaRosacea dan eksim. Kondisi ini sebagian disebabkan oleh cacat genetik pada penghalang kulit. Kerusakan tambahan dari luar juga dapat memperparah kondisi ini.

Say Goodbye to Skin Barrier Rusak!

© Shutterstock

1. Tetap Terhidrasi

Kulit yang tetap terjaga hidrasinya akan terhindar dari kerusakan lapisan pelindungnya. Pilihlah produk pelembab yang memiliki kandungan gliserin atau ceramide yang mampu mengembalikan kelembapan kulit. Selain itu, kamu bisa menjaga hidrasi kulit dengan memenuhi asupan cairan harian tubuh setiap hari, bisa dibantu dengan konsumsi buah yang banyak mengandung air.

2. Perhatikan pH

Cara selanjutnya adalah memastikan bahwa pH kulit tetap seimbang, yaitu pada kisaran 5,5. Angka pH yang terlalu rendah atau tinggi bisa membuat kulit mengalami peradangan, iritasi, dan kerusakan.

Menjaga pH kulit kamu pada tingkat yang sehat dapat membantu melindungi dari kondisi kulit seperti dermatitis , ichthyosis , jerawat, dan infeksi Candida albicans. Jadi, selain memilih pelembab yang tepat, kamu juga harus memastikan memilih produk perawatan kulit dengan pH seimbang.

3. Lindungi dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Lalu, pastikan kamu menggunakan tabir surya atau sunscreen yang memiliki kandungan SPF minimal 30 atau bahkan lebih tinggi. Penggunaan sunscreen yang tidak teratur akan membuat kulit mudah terkena paparan radiasi sinar ultraviolet sehingga merusak sel di dalam kulit.

Tidak hanya itu, penggunaan sunscreen yang tidak teratur juga mengakibatkan penuaan dini, merusak kekenyalan kulit, dan membuat risiko kamu terserang kanker kulit jadi lebih tinggi. So, jangan sampai kamu lupa memakainya, ya!

Perlu selalu diingat jika faktor lingkungan dan rutinitas perawatan kulit memang berdampak pada kesehatan fungsi skin barrier ini. So, selalu terapkan perawatan kulit yang berfokus pada rutinitas yang praktis, lembut, efektif, dan menyenangkan.

Penulis: Ayra Sekar Putri

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website dream.co.id. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”