Kaum Pria Juga Bisa Kena Kanker Payudara, Simak Gejala dan Penyebabnya

Kaum Pria Juga Bisa Kena Kanker Payudara, Simak Gejala dan Penyebabnya

harian-nasional.com/ – Kanker payudara merupakan suatu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara yang kemudian terakumulasi dan membentuk benjolan. Biasanya hal tersebut dialami oleh kaum wanita.

Akan tetapi, banyak yang tidak mengetahui bahwa kaum pria juga bisa mengidap kanker payudara dengan jenis serupa seperti yang dialami oleh wanita.

Dilansir Pikiran-rakyat.com dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut ini beberapa jenis kanker yang dialami baik pria maupun wanita.

Karsinoma duktal invasif merupakan sel kanker yang bermula di pembuluh dan kemudian tumbuh di luar pembuluh ke bagian lain dari jaringan payudara. Selain itu, sel kanker invasif juga dapat menyebar atau bermetastasis ke bagian lain dari tubuh.

Karsinoma duktal invasif merupakan jenis sel kanker yang bermula dari lobus dan kemudian menyebar ke jaringan payudara yang berada di dekatnya. Sel-sel kanker invasif ini juga dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Karsinoma duktal in situ (DCIS) adalah penyakit payudara yang dapat menyebabkan kanker payudara invasif. Selain itu, sel-sel kanker tersebut hanya ada di lapisan saluran dan belum menyebar ke jaringan lain di payudara.

Umumnya gejala kanker payudara yang dialami oleh pria tidak jauh berbeda dengan yang dialami oleh wanita, seperti adanya benjolan atau pembengkakan di area payudara, kemudian kulit kemerahan atau bersisik, iritasi pada kulit payudara, keluarnya puting, dan terdapat rasa sakit pada area puting susu.

Kendati demikian, gejala – gejala yang disebutkan tersebut bisa terjadi dalam kondisi lain yang bukan kanker.

Akan tetapi, jika Anda menemukan adanya perubahan atau gejala – gejala serupa sebaiknya segera temui dokter.

Kemudian, beberapa faktor berikut ini juga bisa menyebabkan seorang pria mengalami kanker payudara , yakni karena mutasi genetik, memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara , perawatan terapi radiasi, perawatan terapi hormon, mengonsumsi obat-obatan yang mengandung estrogen, memiliki sindrom klinefelter, berat badan berlebih (obesitas), dan memiliki penyakit hati.***