Karir  

Jenis-Jenis Beasiswa Dikti serta Persyaratan yang Perlu Dipersiapkan

harian-nasional.com/ – Tertarik mencoba beasiswa untuk melanjutkan pendidikan? Ada beberapa jenis beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan salah satu yang bisa kamu coba adalah beasiswa Dikti.

Beasiswa Dikti sendiri merupakan bagian dari program Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi.

Tujuan dari diberikannya beasiswa Dikti adalah untuk meningkatkan kemampuan hingga kualitas dari para tenaga pendidik yang ada di Indonesia.

Itulah mengapa jenis beasiswa ini ditujukan kepada para dosen agar mereka mampu meningkatkan mutu dari pendidikan yang ada di Tanah Air.

Salah satu alasan mengapa jenis beasiswa ini sangat populer tentunya karena program ini umumnya memberikan beasiswa penuh mulai dari biaya pendidikan hingga biaya hidup.

Nah, jika kamu penasaran dengan serba-serbi soal beasiswa Dikti, sebaiknya baca terus rangkuman yang sudah Glints persiapkan untukmu di bawah ini.

Merujuk dari laman resmi Dikti, program beasiswa tersedia untuk dosen dan calon dosen yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Berikut ini beberapa jenis program beasiswa yang disediakan oleh Dikti, di antaranya adalah:

1. Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN)

© Pexels.com

Menurut laman resminya, Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) adalah beasiswa yang disediakan bagi dosen tetap yang bertugas pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemenristek Dikti juga merilis latar belakang adanya program BPPDN yaitu berdasar pada pasal 46 ayat 2 UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Di sana dijelaskan bahwa dosen harus memiliki kualifikasi akademik minimum yaitu lulusan program magister untuk program diploma, atau program sarjana dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana.

Dengan beasiswa Dikti yang satu ini para dosen di perguruan tinggi yang berpendidikan magister berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.

Berikut ini beberapa persyaratan untuk mengikuti program beasiswa BPPDN, antara lain:

    Dosen tetap di sebuah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta di lingkup Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang sudah memiliki NIDN/NIDK.

    Tidak sedang mendapatkan tugas tambahan sebagai Sekretaris Program Studi, Ketua Program Studi, Wakil/Pembantu Dekan, Dekan, Wakil/Pembantu Rektor, atau Rektor.

    Memenuhi persyaratan Tugas Belajar yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009.

Jika kamu tertarik untuk mengikuti program beasiswa yang satu ini, sebaiknya selalu rajin cek laman resminya agar tidak ketinggalan info pendaftaran.

2. Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN)

© Pexels.com

Kuliah di luar negeri memang selalu menarik untuk dicoba. Nah, apabila kamu memiliki impian untuk melanjutkan studi di luar negeri, maka bisa mencoba program beasiswa Dikti yang satu ini.

Beasiswa yang satu ini memiliki beberapa persyaratan, misalnya:

    Hanya diperuntukkan bagi dosen tetap perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Ristekdikti.

    Tidak boleh digabung dengan beasiswa dari sumber lain.

    Biaya ujian masuk tidak ditanggung oleh beasiswa ini.

    Besaran beasiswa ditentukan dengan standar Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti untuk masing-masing negara tujuan.

    Tidak menyediakan biaya untuk mengikuti konferensi internasional ke negara lain. Selain itu, tidak disediakan pula biaya penelitian.

    Apabila penelitian dilakukan di Indonesia lebih dari 2 bulan, maka besaran beasiswa akan disesuaikan dengan standar BPPDN.

Melansir dari laman resminya, rentang waktu studi yang dibiayai oleh BPPLN untuk menempuh pendidikan S3 adalah selama 36 bulan.

Namun, masa studi tersebut dapat diperpanjang maksimal selama dua semester dengan ketentuan tertentu.

Perlu dipahami bahwa perpanjangan masa studi tersebut tidak dapat diberikan jika penerima beasiswa melakukan hal di bawah ini:

    Penurunan strata studi.

    Hasil kemajuan studi tidak memuaskan.

    Pindah universitas dan negara tempat studi tanpa persetujuan dari Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti.

Tertarik untuk mencoba beasiswa yang satu ini? Jangan lupa untuk mengecek laman resminya secara berkala agar tidak ketinggalan dengan informasi pendaftarannya.

3. Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)

© Freepik.com

Seperti yang disebutkan di laman resminya, program beasiswa ini adalah program percepatan pendidikan yang diberikan kepada lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi menjadi seorang doktor.

Masa pendidikan dari program beasiswa ini adalah selama 4 tahun dan pesertanya akan dibimbing langsung oleh Promotor andal dari universitas terkemuka Tanah Air.

Melalui program beasiswa Dikti ini pesertanya dituntut untuk menghasilkan minimal 2 publikasi hasil riset di Jurnal Internasional.

Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013 lalu, salah satu tujuan dibuatnya program beasiswa ini adalah untuk meningkatkan jumlah lulusan doktor sehingga memenuhi kualifikasi pendidikan dosen minimal S2.

Memang program PMDSU ini termasuk program beasiswa untuk lulusan S1 agar mereka mendapat binaan untuk menjadi seorang dosen dengan gelar doktor.

4. Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI)

© Freepik.com

Dalam laman resminya dijelaskan bahwa PKPI adalah program beasiswa non-gelar yang ditujukan untuk mahasiswa S3 yang sedang studi di pascasarjana penyelenggara BPPDN.

Salah satu tujuan dari diberikannya beasiswa ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa S3 pada perguruan tinggi dalam negeri agar memiliki publikasi yang mendapatkan pengakuan internasional.

Dalam proses membuat jurnal, mereka yang mendapatkan beasiswa ini akan memperoleh pengalaman magang dari mentor yang berasal dari universitas yang ada di luar negeri.

Berikut ini beberapa syarat yang perlu dimiliki jika tertarik dengan program beasiswa Dikti yang satu ini:

    Dosen tetap di lingkungan Kemdikbud dan berstatus aktif pada pascasarjana penyelenggara BPPDN.

    Lulus ujian proposal penelitian atau lulus kandisasi S3 dengan promotor tetap.

    Memiliki manuskrip di jurnal internasional yang bereputasi.

    Masa studi tidak lebih dari 8 semester di program S3 yang sedang ditempuh.

    Mendaftarkan diri secara online.

    Membawa semua dokumen yang diperlukan saat wawancara.

    Lulus seleksi administrasi dan wawancara.

    Mampu berkomunikasi lisan dan tulisan dalam Bahasa Inggris.

    Belum pernah mengikuti program PKPI.

    Wajib mematuhi segala peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Itulah penjelasan mengenai apa saja jenis program beasiswa yang ditawarkan oleh Dikti yang bisa kamu coba.

Sebelum mulai mendaftar program beasiswa, jangan lupa untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, ya! Pasalnya ada banyak orang yang tertarik untuk mendapatkan beasiswa dari Dikti sehingga seleksinya pun bisa cukup ketat.

Nah, apabila kamu pernah mengikuti seleksi program beasiswa, jangan ragu untuk membagikan pengalamanmu di Glints Komunitas.

Di forum tanya jawab itu kamu bisa membagikan banyak hal mulai dari tips mendapatkan beasiswa hingga seputar dunia kerja lainnya.

Jadi, jangan ragu lagi. Yuk, segera sign up sekarang juga dan mulai berdiskusi di Glints Komunitas.

Sumber

    Beasiswa Dikti

    Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN)

    Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN)

    Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)

    Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”