Inilah Sejumlah Daftar Password Terburuk, Bagaimana Password Anda?

Inilah Sejumlah Daftar Password Terburuk, Bagaimana Password Anda?

harian-nasional.com/ – Meneruskan tren sebelumnya, istilah cyber security atau cybersecurity kini makin populer di dunia, setidaknya berdasarkan Google Trends. Seperti yang InfoKomputer sampaikan di sini, berdasarkan Google Trends, penelusuran akan cyber security memiliki tren yang terus meningkat di dunia dalam lima tahun terakhir. Tren tersebut berlanjut pada tahun 2022 sejauh ini dan bulan Maret 2022 adalah bulan dengan penelusuran tertinggi di dunia. Meski tidak sama persis, tren bersangkutan juga terjadi di tanah air. Khusus Indonesia, puncaknya adalah semester pertama tahun 2019 lalu.

Makin populernya cyber security sejalan dengan makin pentingnya cyber security. Bertambah pentingnya cyber security alias keamanan siber karena kini penggunaan komputer serta penggunaan jaringan komputer makin banyak dalam kehidupan umat manusia sehari-hari; membuat tindakan untuk melindunginya, termasuk informasi di dalamnya, dari aneka serangan makin penting berhubung serangan yang berhasil akan mengganggu perihal kehidupan tersebut. Lagi pula sejalan dengan makin lazimnya penggunaan komputer dan jaringannya, jumlah cyber attack alias serangan siber pun meningkat.

Ambil contoh porsi pengguna internet maupun jumlah cyber attack di Indonesia. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) porsi pengguna internet di Indonesia adalah sekitar 47,69% populasi berumur lima tahun ke atas pada tahun 2019. Porsi tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun 2017 yang hanya sekitar 32,34%. Sementara, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) menyatakan sepanjang bulan Januari sampai Agustus tahun 2021, terdapat sekitar 888 juta cyber attack di Indonesia. Jumlah bersangkutan meningkat pesat dibandingkan tahun 2020. Pasalnya, BSSN mencatat sepanjang tahun 2020, terdapat “hanya” 495 juta cyber attack di Indonesia. Dengan kata lain, hanya sampai bulan Agustus 202, jumlah cyber attack di Indonesia sudah meningkat sekitar 80% dibandingkan keseluruhan tahun 2020.

Nah, salah satu tindakan sehubungan cyber security yang banyak dilakukan adalah menggunakan password atau kata sandi untuk mengamankan suatu akun. Sayangnya, masih banyak orang yang menggunakan password yang lemah sehingga cukup mudah diterka. Sejumlah pihak pun membagikan daftar password paling buruk yang terbanyak alias paling umum digunakan, tentunya berdasarkan temuan yang diperoleh dari studi yang dilakukannya; misalnya yang paling banyak ditemukan di dark web. Berikut lima urutan teratas password paling buruk menurut masing-masing pihak itu. Jika Anda menggunakan salah satu dari password yang ditampilkan pada setidaknya salah satu daftar ringkas yang dimaksud, segeralah menggantinya dengan yang lebih kuat. Anda bisa mengikuti tips yang InfoKomputer bagikan di sini.

1. NordPass

Menurut NordPass, inilah lima password paling buruk pada tahun 2021:

    123456

    123456789

    12345

    qwerty

    password

2. Loookut

Seperti yang InfoKomputer beritakan di sini, berikut lima password paling buruk pada tahun 2021 ala Lookout:

    123456

    123456789

    qwerty

    password

    12345

3. SplashData

Dikutip dari TechCult, inilah daftar lima password terburuk SplashData terkini:

    123456

    123456789

    qwerty

    password

    1234567

4. NCSC

Sedikit berbeda dengan yang lain, daftar lima password terburuk dari NCSC (National Cyber Security Centre) bekerja sama dengan Troy Hunt berikut ini dipublikasikan pada tahun 2019. Jadi, tidak sekini yang lain. Namun, menilik daftar password paling buruk yang dikeluarkan NordPass tiap tahunnya, perubahan yang ada bisa dibilang tidak banyak. Berikut daftar lima password terburuk dari NCSC:

    123456

    123456789

    qwerty

    password

    1111111

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website infokomputer.grid.id. Situs http://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs http://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”