Crypto  

Inikah Sinyal Kuat Penambang Bitcoin Berhenti Jual BTC?

Inikah Sinyal Kuat Penambang Bitcoin Berhenti Jual BTC?

harian-nasional.com/ – Mengikuti pemulihan di pasar kripto dan harapan berakhirnya crypto winter, penambang Bitcoin tampak mulai berhenti jual BTC.

Sebelumnya, para penambang Bitcoin banyak melakukan aksi jual besar sebagai upaya untuk tetap bertahan hidup di tengah bearish pasar kripto. Bahkan, sebagian dari mereka memilih untuk gulung tikar karena tak mampu mencetak keuntungan.

Penambang Bitcoin Berhenti Jual BTC

Berdasarkan laporan AMB Crypto, pasar kripto yang kini tengah pulih tidak hanya membawa kegembiraan pada investor, tetapi juga pada para penambang Bitcoin.

Metrik yang mengukur profitabilitas penambangan, Puell Multiple, saat ini telah keluar dari zona merah. Ini adalah metrik yang mendasari korelasi antara penerbitan koin harian dan indikator teknikal Moving Average (MA) 365 hari dari penerbitan yang sama.

Pendiri dari LookIntoBitcoin Philip Swift melihat bahwa metrik Puell Mutiple telah keluar dari wilayah kapitulasi (aksi jual). Sebelumnya, metrik berada di wilayah ini selama 191 hari.

“Metrik menunjukkan kelegaan bagi penambang [Bitcoin] melalui peningkatan pendapatan dan kemungkinan tekanan jual yang berkurang,” ujar Swift.

Selain itu, data dari Glassnode juga menunjukkab bahwa Puell Multiple hampir membalikkan kekalahan sebelumnya. Saat ini, nilai metrik berada di 0,996.

Itu artinya, ada reli yang mengesankan dari keuntungan penambang Bitcoin, di mana nilai yang lebih rendah pada metrik akan menunjukkan penurunan pendapatan mereka.

Meningkatnya pendapatan tersebut dianggap memiliki peran yang sangat penting untuk mengurangi tensi jual untuk menutupi kondisi pasar yang hawkish.

Glassnode pun mengungkapkan bahwa pendapatan penambang Bitcoin telah bergerak dalam tren naik. Pada saat penulisan, pendapatannya di kisaran 976,80 BTC.

Namun, harga BTC saat ini tengah terkoreksi sejak rilisnya data pekerjaan (NFP) AS yang rupanya mampu membawa dorongan naik untuk indeks dolar AS, menekan selera risiko.

Sempat naik pasca kenaikan suku bunga The Fed, harga BTC kembali terpantul turun dari resistance level utama, US$24.000.

Di sisi lain, analis popular dan pencipta S2F, PlanB, masih berpegang pada keyakinannya bahwa harga BTC akan kembali melesat. Menurutnya, halving terbaru akan punya peran penting untuk mewujudkan pandangan optimistisnya. [st]