Infrastruktur RI Masih Ketinggalan, Pembiayaan Jadi Isu Utama

harian-nasional.com/ – Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan stok rata-rata infrastruktur Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lainnya. Angka stok infrastruktur di Indonesia masih sekitar 40%, sementara angka rata-rata global 70%.

“Kita masih separuh jalan tertinggal dan harus mengejar, lalu isu besarnya juga adalah kemampuan pembiayaan, kerja keras sedemikian rupa karena kita baru menyentuh 30% kebutuhan,” kata Herry dalam Hari Puncak CreatiFF 2022, Kamis (1/12/2022).

“Untuk mencapai visi 2024 dibutuhkan Rp 2.054 triliun, jika ingin memenuhi semua target,” tambahnya.

Untuk itu diperlukan kerja sama dengan BUMN dan swasta agar pembangunan bisa dilakukan secara masih.

Herry mengungkapkan ada beberapa peluang infrastruktur yang terbuka bagi investor, yakni jalan dan jembatan, sumber daya air yang berkaitan dengan ketahanan energi dan pangan, air minum dan sanitasi, terakhir perumahan.

“Masing-masing punya permasalahannya, jadi bagaimana regulasi bisa mendukung, skema berjalan dan menarik buat investor. Jika skema tidak tepat, investor bingung mau taruh uangnya ke mana,” ujarnya.

Herry mengatakan sejauh ini skema yang ditawarkan kepada investor untuk ikut andil dalam pembangunan infrastruktur yakni KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha) yang telah matang secara regulasi.

“Yang perlu dilakukan adalah bagaimana proses bisa cepat supaya bisa mencapai 70% itu (rata-rata stok infrastruktur global),” kata Herry.