Indonesia Hadapi Tantangan yang Sama Berat seperti Saat Meraih Kemerdekaan

harian-nasional.com/Mengingatkan keadaan tahun 1945, Mahfud MD menilai Indonesia memasuki tahun 2023 dengan tantangan sama berat seperti saat meraih kemerdekaan.

Mahfud MD , lantas memaparkan kesamaan tantangan masa lalu dan masa kini yang dihadapi Indonesia , yakni berkehidupan di tengah geopolitik perang dunia.

Pada tahun 1945, Indonesia berhasil meraih kemerdekaan di tengah peliknya kondisi Perang Dunia II.

Saat itu, digambarkan Mahfud MD , Indonesia masih berstatus negeri jajahan yang begitu kerdil di antara negara-negara dunia.

” Indonesia hanyalah negeri jajahan yang tergolong kecil, belum diakui sebagai sebuah negara, namun berhasil merdeka,” ujar Mahfud MD membeberkan

Dikaitkan dengan masa kini, Mahfud MD menerangkan situasi perang Rusia dan Ukraina yang memberi ancaman nyata untuk krisis ekonomi dalam negeri.

Dalam contohnya, sejumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari berasal dari Ukraina, yakni gandum yang mampu membuat produk mi, roti dan banyak kue lainnya.

Bukan sekadarnya, total impor gandum Indonesia , menurut Mahfud MD masih mencapai 87 persen.

Kemudian, berikutnya adalah ancaman perubahan iklim dunia yang akan mempengaruhi upaya pemenuhan pangan dalam negeri.

Dengan kedua tantangan yang disebutkan, Mahfud meminta seluruh masyarakat bersatu untuk keamanan dalam negeri sendiri.

Khususnya, masyarakat harus sama-sama menjaga ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia .

Selain itu, Mahfud MD juga membeberkan soal gangguan-gangguan dalam negeri yang mengusik kedamaian rumah Pancasila.

“Secara ideologis kita juga menghadapi gangguan-gangguan ideologi transnasional,” ujarnya menerangkan.

Mahfud menyebutkan segala bentuk gangguan ideologis yang muncul di rumah Pancasila, telah jelas dilakukan penindakan sesuai hukumnya

“Di rumah Pancasila, orang melanggar aturan Pancasila harus dikeluarkan. Artinya harus ditindak,” ujarnya menegaskan.

Sedangkan sejauh ini, seluruh wilayah Indonesia masih menjalankan demokrasi yang terbilang kondusif.

Mahfud membeberkan dua contoh dari situasi kondusif terkait demokrasi RI, pertama adalah kasus penangkapan Gubernur Papua yang diduga melakukan suap dan gratifikasi.

Berikutnya, rilisnya Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja telah memunculkan gelombang aksi penolakan di berbagai daerah.

Menurut Mahfud, kedua contoh di atas masih berjalan sesuai dengan mekanisme penanganan masing-masing.

Dengan demikian, Mahfud meyakini masyarakat masih bisa menghadapi berbagai tantangan dalam semangat persatuan serupa tahun 1945 itu.

“Jadi, tantangan masa lalu dan masa kini sama beratnya, cuma beda jenisnya,” ujarnya.***