HR, Apakah Perencanaan Sumber Daya Manusia Penting? Mengapa Penting?

harian-nasional.com/ – Apa sih sebenarnya perencanaan sumber daya manusia itu? Lalu mengapa dianggap penting?

Tentunya Anda pernah mendengar mengenai perencanaan sumber daya manusia, dan kini saatnya kita melihat pengertiannya dan perannya dalam manajemen sumber daya manusia.

Rubrik Finansialku

Sumber Daya Manusia (SDM)

Menurut Straub dan Attner (1985:136), manusia adalah sumber daya terpenting dalam sebuah organisasi. Mereka memberikan bakat, keahlian, pengetahuan, dan pengalaman untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Isu sumber daya manusia juga sudah berkembang di Indonesia, dimana diadopsi Pancasila berbasis sistem ekonomi yang menyesuaikan dengan UUD 1945 dan Pancasila.

[Baca Juga: 10 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja Setelah Pulang Kampung dan Libur Lebaran]

Permasalahan sumber daya manusia juga sudah menjadi bagian sistem yang berasal dari nilai-nilai sosial dan menjadi bagian sejarah Indonesia dalam masa-masa berikut:

#1 Pra Kemerdekaan (hingga 1945)

Sistem tenaga kerja diadopsi dari pengaruh bangsa Eropa, dimana perbudakan umum dijumpai dan tenaga kerja tidak memiliki hak yang selayaknya.

#2 Kemerdekaan (1945-1950)

Peletakan dasar hubungan ketenagakerjaan dimana Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menerima mandat untuk mengutamakan tenaga kerja dalam membentuk pusat pemerintahan.

#3 Demokrasi Liberal (1959-1959)

Tidak ada perubahan berarti dalam sistem perburuhan di Indonesia. Hanya muncul dasar-dasar organisasi dalam Kementerian Perburuhan.

#4 Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 memperkenalkan kembali UUD 1945 dan mencegah disintegrasi setelah majelis konstitusi gagal mempersiapkan UUD baru.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) kemudian diminta untuk mulai mempersiapkan Hukum Dasar Perburuhan yang antara lain meminta penghapusan hukum kolonialisme, penyediaan asuransi sosial untuk tenaga kerja, serta penghapusan diskriminasi upah dan permintaan kerja serta perlindungan khusus bagi buruh.

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

#5 Orde Baru (1966-1998)

Terjadi perubahan kementerian perburuhan menjadi kementerian tenaga kerja. Hal ini diawali dengan adanya pemberontakan G30S/ PKI yang menyebabkan keamanan Indonesia mencapai titik terendah dengan adanya huru hara dimana-mana.

Setelah muncul Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang meminta pembubaran PKI dan memperbaiki ekonomi, pemerintah mengambil tindakan untuk memperbaiki ekonomi dengan mendukung tenaga kerja dan mencegah pengangguran.

#6 Reformasi (1988-sekarang)

Era reformasi dimulai dengan pengunduran diri Presiden Soeharto dan digantikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memperkenalkan 5 kebijakan untuk menghadapi pengangguran.

Ditambah dengan terbentuknya pusat kerja yang dikembangan secara profesional, serta didukung dengan proses seleksi TKI dengan prioritas bagi mereka yang memiliki keahlian.

Sayangnya kepemimpinan Gus Dur bisa dibilang singkat dan kemudian diambil alih oleh Megawati Soekarno Putri pada tahun 2001.

Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Anda tentunya sudah sering mendengar mengenai perencanaan sumber daya manusia, namun tahukah Anda apa pengertiannya?

Terdapat banyak definisi sumber daya manusia dari para ahli, berikut merupakan beberapa di antaranya:

Human resource planning-assessing future people requirements in terms both of numbers and of level of skill and competence, formulating and implementing plans to meet those requirements through recruitment, training, development, or if necessary, downsizing (reducing ‘head counts’) taking steps to improve productivity and retention levels and to promote flexibility in the employment of people.

Perencanaan sumber daya manusia adalah menaksir kebutuhan terhadap orang-orang di masa mendatang baik jumlah dan tingkatan keahlian serta kecakapan, merumuskan dan menerapkan rencana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut melalui rekrutmen, pelatihan, pengembangan atau apabila perlu penciutan (pengurangan biaya-biaya), mengambil langkah untuk meningkatkan produktivitas dan tingkat kepemilikan serta untuk memperkenalkan fleksibilitas dalam mempekerjakan orang-orang.

Human resource management is the policies and practices one needs to carry out the ‘people’ or human resource aspects of a management position, including recruiting. Screening, training, rewarding, and appraising.

Manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan-kebijakan dan kegiatan-kegiatan yang manusia butuhkan untuk membawa orang-orang ataupun aspek-aspek sumber daya manusia pada satu posisi manajemen, termasuk merekrut, menyaring, melatih, memberikan penghargaan, dan menilai.

Human resource planning is the process by which management determines how the organization should move from its current human resource conditions to its desired human resource conditions.

Perencanaan sumber daya manusia adalah proses manajemen untuk menentukan bagaimana organisasi harus menggerakkan kondisi sumber daya manusia yang ada sekarang menuju kondisi sumber daya manusia yang diinginkan.

Secara luas, perencanaan sumber daya manusia didefinisikan para ahli sebagai proses yang dijalankan oleh manajemen melalui departemen atau bagian dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mendapatkan sejumlah tenaga kerja yang berkualifikasi dalam pekerjaan yang tepat dan dalam waktu yang tepat.

Nah, kini mari memasuki topik yang lebih dalam, yakni manfaat perencanaan sumber daya manusia:

Manfaat Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Perencanaan sumber daya manusia memang dibutuhkan demi tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan.

Tentunya terbentuknya perencanaan sumber daya manusia memberikan beberapa manfaat, misalnya adalah perusahaan memperoleh informasi mengenai tenaga kerja yang akan digunakan sebagai dasar pengembangan atau promosi dan pembinaan sumber daya manusia di masa yang akan datang.

Tujuan utamanya adalah menjamin kesempatan kerja penuh sesuai kebutuhan perekonomian negara Indonesia.

Dalam praktiknya, perencanaan sumber daya manusia meliputi:

[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]

#1 Angkatan Kerja Produktif

Tenaga kerja dengan usia 18 hingga 50 tahun yang masih giat bekerja. Namun kenyataannya di Indonesia banyak anak berusia mulai dari 10 tahun yang bekerja.

Umumnya semakin maju sebuah negara, semakin tinggi pula usia minimal untuk dapat bekerja.

#2 Angkatan Kerja Non-Produktif

Tenaga kerja dengan usia diatas 50 tahun yang sudah tidak produktif atau sudah pensiun, ibu rumah tangga, murid, mahasiswa, atau seseorang yang masih menerima pendapatan dari orang tuanya.

Tujuan Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Melanjutkan penjelasan di atas, telah diungkapkan bahwa perencanaan sumber daya manusia tentu memiliki tujuannya sendiri.

Melihat praktiknya, perencanaan sumber daya manusia menjalani sejumlah proses untuk memprediksi permintaan masa depan organisasi terhadap orang-orang dan pekerjaan.

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

Joseph T. Straub dan Raymond F. Attner (1985:140) menjelaskan bahwa dampak paling terasa adalah pada perekrutan dan penyeleksian pegawai baru serta pada promosi, pemberian kompensasi, pelatihan, dan pemberhentian pegawai.

Mereka juga menambahkan bahwa pada proses seleksi, pertanyan yang tidak berkaitan dengan kinerja jabatan dilarang digunakan.

Dengan demikian, pertanyaan tentang ras, agama, kebangsaan, sifat fisik, dan sebagainya dilarang.

Tujuannya sendiri semata-mata untuk meningkatkan efektivitas peningkatan perencanaan sumber daya manusia demi menjawab secara proaktif segala tanggung jawab sosial dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam persaingan global.

Organisasi sangat mengharapkan perencanaan sumber daya yang efektif, karena kelebihan kapasitas sumber daya di atas standar dapat menimbulkan kebingungan bagi karyawan atas tugas yang diperintahkan manajemen.

Dengan kata lain, tugas setiap orang bisa tumpang tindih.

[Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]

Selain itu, diharapkan juga perencanaan sumber daya manusia dapat menciptakan ketersediaan karyawan yang berkualifikasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai semaksimal mungkin.

Kesimpulannya, perencanaan sumber daya manusia penting dalam mempersiapkan setiap staf atau manajer yang berkeahlian tinggi dalam mengantisipasi tantangan bisnis global di masa mendatang.

Dengan keahlian tinggi ini diharapkan mereka dapat mengelola suatu unit kerja dalam lingkungan organisasi atau perusahaan dengan baik. Ujung-ujungnya hal ini akan berdampak pada operasional organisasi atau perusahaan terkait.

Perencanaan Sumber Daya Manusia itu Penting

Menurut penjabaran di atas, tampak pentingnya perencanaan sumber daya manusia dilihat dari manfaat dan tujuannya. Dengan demikian strategi perencanaan sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Mengingat ada kemungkinan untuk melepas atau memindahkan karyawan yang kinerjanya kurang baik ke dalam pekerjaan yang lebih sesuai dengan psikologis karyawan tersebut.

Nah, apakah Anda seorang pebisnis atau pemberi kerja? Jika iya, sudahkah Anda menilik pentingnya manajemen sumber daya manusia ini?

Kini saatnya mulai memperhatikan dan mengutamakan sumber daya manusia di perusahaan Anda demi mencapai tujuan perusahaan.

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai pengertian perencanaan sumber daya manusia dan mengapa penting lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

Sumber Referensi:

    Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia)

Sumber Gambar:

    Perencanaan Sumber Daya Manusia – https://goo.gl/aYs99R

    Sumber Daya Manusia – https://goo.gl/RCiVuN

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website finansialku.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”