Harga Minyak Dunia Berakhir Menguat Dipicu Peningkatan Permintaan China

harian-nasional.com/ – NEW YORK, Harga minyak dunia berakhir menguat pada perdagangan Jumat (13/1/2023) waktu setempat atau Sabtu (14/1/2023) dini hari WIB. Menguatnya harga minyak dunia dipicu peningkatan permintaan dari China.

Mengutip Reuters, Sabtu (14/1/2023), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret 2023, menguat 1,25 dolar AS atau 1,5 persen menjadi 85,28 dolar AS per barel.

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2023, naik 1,47 dolar AS atau 1,9 persen menjadi 79,86 dolar AS per barel. Hal itu menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2022.

Brent melonjak 8,6 persen sepanjang minggu ini, sedangkan WTI terangkat 8,4 persen, memulihkan sebagian besar kerugian pada minggu sebelumnya.

Pembelian minyak mentah China baru-baru ini dan peningkatan lalu lintas jalan di negara itu juga memicu harapan pemulihan permintaan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu, setelah pembukaan perbatasan seiring pemulihan Covid-19.

“Semua orang melihat indikator mobilitas China dan mengarah ke atas, menunjukkan pemulihan permintaan minyak dan mendukung harga. Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah jika ini diterjemahkan juga menjadi impor minyak mentah China yang lebih tinggi dan jika badan energi (IEA, OPEC) merevisi perkiraan permintaan (kuartal pertama) mereka,”” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC+) akan bertemu pada Februari 2023 untuk menilai kondisi pasar. Ada beberapa kekhawatiran bahwa kelompok tersebut dapat memangkas produksi minyak lagi untuk mengangkat harga setelah penurunan baru-baru ini.

“Kami memiliki kemenangan beruntun tujuh hari di bawah ikat pinggang kami … tetapi kami masih jauh dari tempat kami terakhir kali OPEC + memangkas produksi,” kata analis Mizuho, Robert Yawger.

OPEC+ telah mengumumkan pengurangan produksi 2 juta barel per hari pada Oktober karena harga minyak global turun di bawah 90 dolar AS per barel.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News