Crypto  

Harga Bitcoin Hari Ini US$23.800, Secara Teknikal Bergerak Menuju US$28.400 Hingga US$32.300

harian-nasional.com/ – Setelah harga Bitcoin hari ini menembus US$22.900, lalu memuncak setelah tengah hari di US$23.800, secara teknikal BTC mampu bergerak menuju US$28.400 hingga US$32.300, terlebih karena dolar AS mungkin terus melemah yang dimulai Senin (18/7/2022).

Hal itu berdasarkan analisis Crypto Patel beberapa hari lalu, bahwa ketika menembus US$22.900, maka BTC bersiap ke US$28.400 sebagai resisten.

“Sedangkan sebaliknya, jika gagal menahan US$22.800, maka kemungkinan besar menguji kisaran US$12 ribu,” jelas Crypto Patel di Twitter, dilansir dari Cointelegraph, Selasa (19/7/2022).

Berdasarkan harga Bitcoin hari ini, memuncak di US$23.800 lalu terkoreksi tipis di US$23.530, analisis Patel memproyeksikan kemungkinan kenaikan ke area resisten di kisaran US$28.400, diikuti oleh konsolidasi atau koreksi sebelum BTC mencoba masuk ke US$32.300.

Sementara itu oleh Phoneix ICF, berpendapat, bahwa masih banyak ruang harga BTC ke US$18 ribu, jika candlestick gagal bertahan di atas penutupuan US$23 ribu pada time frame harian.

“Tunggu candlestick harian ditutup di atas US$23 ribu, maka kenaikan akan berlanjut. Jika sebaliknya, maka di bawah US$18 ribu adalah mungkin,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Rekt Capital, berdasarkan capaian fantastis BTC di time frame mingguan yang sukses berada di atas Moving Average (MA) 200.

MA200 mingguan memang menjadi takaran paling disorot selama beberapa pekan terakhir, karena amat penting sebagai isyarat bahwa bearish sudah mendapatkan support level terbaiknya.

“BTC perlu menutup di atas US$22.800 pada time frame mingguan agar bisa menegaskan, bahwa MA200 adalah support level terbaiknya,” sebut Rekt Capital.

Harga Bitcoin memang mengalami reli luar biasa sejak Senin (18/7/2022), karena dolar AS melemah setelah mencapai puncak 109 berdasarkan indeks dolar (DXY).

Dolar diperkirakan akan terus melemah, karena berada di bawah MA50 pada time frame 4 jam. Bahkan indikator SuperTrend sudah menampilkan sinyal jual sejak Senin. Inilah pelemahan dolar kali pertama sejak dolar menguat pada 29 Juni 2022.

Penguatan kali ini berbanding terbalik dengan bulan lalu dan mungkin mencerminkan pandangan trader kripto, bahwa The Fed mungkin tidak agresif untuk menaikkan suku bunga acuan untuk melawan inflasi.

Saat ini Wall Street memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga agresif sebesar 100 basis poin pada FOMC 27 Juli ini, yang mungkin akan melejitkan dolar kembali. [ps]

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website blockchainmedia.id. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”