Dukung Pembangunan IKN, ISCC Optimistis Permintaan Baja Bertumbuh di 2023

harian-nasional.com/ – JAKARTA – Indonesian Society of Steel Construction (ISCC) atau perkumpulan masyarakat konstruksi baja Indonesia mengaku optimistis industri besi baja akan terus bertumbuh. Hal tersebut sejalan dengan agresifnya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Sekjen ISSC, Singgih Wisesa mengatakan ISSC terus melakukan dukungan terutama Kementerian PUPR dan Satuan Pelaksanaan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN dalam merealisasikan Ibu Kota Negara.

“Beberapa anggota kami sudah supply ke sana (IKN), termasuk untuk rumah huni pekerja sebanyak 1.600 unit di mana dalam waktu enam bulan sudah terinstal dengan konsep modular (bongkar pasang),”ujarnya dalam peresmian Kafe Kopi Baja, di Signature Park Grande, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2023).

Ia mengatakan, pembangunan hunian pekerja konstruksi menggunakan teknologi modular ini nantinya dapat dialihfungsikan setelah pembangunan IKN selesai. Anggota ISSC juga banyak yang mensuplai untuk fasilitas-fasilitas umum di luar proyek IKN baik itu jembatan, penerangan jalan, kereta api, dan bandara.

Tak sampai disitu, menurutnya, program-program pembangunan dari Kementerian yang dibuat Presiden Jokowi ini membantu para anggota ISSC. Terutama dalam pembangunan kawasan industri antara lain kawasan industri Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Industri Cilacap dan Kawasan Industri Subang. “Peta industri akan membaca pada peta permintaan, area Jawa saja sudah banyak anggota kami yang turut mensuplai dari progres pembangunan kawasan industri tersebut,”sebutnya.

Saat ini anggota ISSC juga sudah membangun rumah instan dalam 5 hari dan itu dari baja ringan yang dipakai oleh BNPB, yaitu rumah tahan gempa.

Sebagai catatan, ISSC dikukuhkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimulyono di tahun 2018 dengan goal 2022-20225 menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dibentuknya ISSC untuk mendampingi Kementerian PUPR mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. Makanya ISSC pengurusnya banyak mewakili ada unsur dari akademisi, pabrikator, industri baja, konsultan, dan pendampingan dari advokasi.

“Dengan adanya wadah ini kami menyampaikan informasi yang benar, terkait ketersediaan material, spesifikasi material sehingga perencana mengacunya kepada produk dalam negeri. sementara banyak perencana konstruksi kurang mengetahui produk baja Indonesia, apa saja yang dibikin sehingga mereka merencanakan harus impor, karena barangnya tidak ada di Indonesia,”pungkasnya.

Sosialisasi 30 Kampus

Tahun ini ISSC berencana melakukan sosialisasi dengan 30 kampus. Mulai dari Banten sampei Banyuwangi khusus di Jawa terlebih dahulu. “Harapannya sosialisasi ini akan berdampak , karena akademisi bila lulus akan ada yang jadi perencana, kontraktor, ASN, minimal mereka mendapatkan informasi awal dari kami. Mudah-mudah sisa waktu ini tercapai, dan start di bulan Februari,”ujarnya.

Ia menambahkan, di ISSC terdapat beberapa komite utama, ada Komite Teknis Standarisasi Desain, Komite Teknis Standarisasi Material, Komite Teknis Standarisasi Pelaksanaan, dan Komite Teknis Standarisasi Pemeliharaan. “Untuk keanggotaan sendiri, anggota kami merupakan pabrikator mencapai 100 pabrikator yang terwadahi dalam ISSC,”tandasnya.

Dan program jangka pendek di 2023, ISSC akan menyelenggarakan seminar material di bulan Mei. Dan biasanya seminar kami akan barengi dengan pameran mitra rantai pasok, perusahaan baja, perusahaan cat, perusahaan galvanis perusahaan baut dan perusahaan peralatan kerja konstruksi yang merupakan mitra ISSC.

Pada kesempatan yang sama, Singgih mengatakan peresmian Kopi Baja hadir untuk memberikan ruang bagi para anggota ISSC yang ingin ngopi sambil bicara pekerjaan dan membuka peluang bisnis ke depan.

“Soft opening untuk Kedai Kopi yang kita namakan “kopibaja” kebetulan tempatnya di sekretariat ISSC. Harapannya bukan sekedar kedai tapi bisa juga sebagai tempat sharing bisnis dan meeting point baru sehingga dengan adanya tempat ini nyaman buat teman-teman melakukan pertemuan,” tandasnya.