Crypto  

Cegah Aksi Pencucian Uang, Argentina Beri Insentif Pajak bagi Pemilik Kripto

harian-nasional.com/ – Pemerintah Argentina memiliki cara untuk meningkatkan upaya pencegahan pencucian uang. Dalam Rancangan Undang Undang (RUU) yang baru saja diajukan, setiap pemegang kripto yang membuat affidavit (pernyataan yang mengidentifikasi keberadaan kepemilikan aset mereka kepada pemerintah), akan mendapatkan tarif pajak lebih murah ketimbang mereka yang tidak melakukannya.

Sebenarnya, secara statistik indeks pencucian uang di Argentina sudah mulai menurun. Pada 2015, indeks pencucian uang mereka berada di level 6,71. Lalu pada tahun 2021, angkanya menyusut ke level 5,03. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan di industri kripto.

Sebagai informasi, kerangka aturan yang dibuat oleh Kementerian Ekonomi Argentina berisi tentang aturan Deklarasi Sukarela Eksternalisasi Tabungan yang akan mewajibkan pemegang kripto untuk membeberkan aset digital yang mereka miliki kepada pemerintah.

Sebagai kompensasinya, para partisipan yang terlibat akan mendapatkan keringanan pajak dari keuntungan yang mereka miliki. Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa tarif pajak yang harus dibayarkan dalam deklarasi sukarela itu hanya sebesar 2,5%.

Sebaliknya, jika ternyata para investor kripto tidak melakukan hal itu dan membuat Badan Pajak Negara Argentina alias Federal Administration of Public Revenue (AFIP) memulai penyelidikannya, maka tarif pajak sebesar 10% dari keuntungan harus dibayarkan.

Kerangka aturan yang baru diajukan ke Kongres argentina ini tidak hanya berlaku untuk aset kripto semata. Pemerintah setempat sepertinya berupaya untuk mendorong pemasukan negara dengan memperkuat basis data para wajib pajak.

Dari data tersebut, Badan Pajak Negara bisa mengkalkulasi lebih tepat potensi penerimaan negara yang berasal dari berbagai aset investasi masyarakat Argentina. Selain kripto, pemerintah pun mendorong deklarasi aset dalam aset keuangan apakah itu berada di dalam negeri atau di luar negeri, termasuk real estate dan properti pribadi, serta aset lain seperti kredit.

RUU akan menetapkan bahwa setiap pemegang aset yang mendeklarasikan kepemilikannya dalam kurun waktu 90 hari, akan membayar tarif pajak 2,5%. Lebih dari jangka waktu yang telah ditentukan, maka tarif pajak akan diberlakukan secara progresif hingga maksimal 10%.

Strategi untuk Kendalikan Inflasi

Aksi terbaru dari pemerintah Argentina diduga merupakan salah satu strategi mereka untuk mengendalikan inflasi yang terus melonjak. Sampai dengan November 2022, tingkat inflasi di Argentina sudah mencapai 92,40% secara tahunan. Hal tersebut membuat banyak orang mulai meninggalkan mata uang lokal, yaitu peso, dengan beralih ke mata uang kripto.

Dari kondisi ini, porsi dana yang mengendap di tabungan menjadi terus turun. Menurut dugaan, ada banyak dana dalam bentuk kripto yang tidak terdeteksi. Imbasnya, pembayaran pajak bisa terhindarkan karena ‘aset yang terdeteksi’ belum keseluruhan dari aset yang dimiliki masyarakat.

Seorang Ekonom asal Buenos Aires, Marcos Buscaglia, mengungkapkan bahwa masyarakat yang menyimpan mata uang Peso dalam waktu yang lama akan ‘meleleh’. Sehingga, pantas saja bila 60% dari masyarakat Argentina lebih percaya pada Bitcoin (BTC) daripada mata uang yang diakui negara.

Kebanyakan dari warga Argentina yakin bahwa BTC memiliki kemampuan untuk mempertahankan nilai tabungan yang mereka miliki. Dengan kata lain, investor kripto di negara itu menganggap bahwa BTC merupakan aset safe heaven yang bisa melindungi nilai uang.

Tingkat Adopsi Kripto di Argentina

Argentina merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat adopsi kripto terbaik di kancah global. Bahkan, sepertiga (1/3) dari masyarakat Argentina melakukan transaksi berupa pembelian atau penjualan kripto satu kali dalam sebulan.

Jumlah itu mencapai dua kali lipat dari persentase orang di Amerika Serikat (AS) yang bertransaksi kripto. Hal ini cukup lumrah karena ada laporan yang menyebutkan bahwa wilayah yang berpenghasilan rendah cenderung menjadi pengguna kripto terbesar.

Sebagai catatan, Argentina juga menjadi negara dengan jumlah terbesar ‘pekerja lepas’ yang memilih menerima gaji dalam bentuk kripto. Fakta itu bisa menjadi benang merah atas aksi yang dilakukan pemerintah untuk mendorong adanya deklarasi aset oleh masyarakat.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.