Boyolali miliki destinasi wisata baru “Cepogo Cheese Park”

Boyolali miliki destinasi wisata baru “Cepogo Cheese Park”

harian-nasional.com/ – Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah memiliki destinasi wisata baru untuk keluarga, “Cepogo Cheese Park” yang terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, di Desa Genting, Kecamatan Cepogo.

Cepogo Cheese Park yang merupakan wisata edukasi untuk keluarga mempunyai hawa sejuk dengan pemandangan indahnya pegunungan tersebut secara resmi telah dibuka oleh Bupati Boyolali M Said Hidayat yang didampingi pemilik PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory) Indonesia, Bambang Sutantyo, selaku investor, di Desa Genting, Cepogo, Boyolali, Senin.

Menurut Pemilik PT Cimory Indonesia Bambang Sutantyo pembangunan Cepogo Cheese Park berawal dari pertemuan dengan Bupati Boyolali terdahulu, Semo Samodro, karena Boyolali terkenal Kota Susu, dan PT Cimory juga industri bahan susu. Beliau dulu mengatakan bagaimana bisa menghidupkan kembali ikon Boyolali menjadi kota susu.

“Saya waktu itu, diberikan kesempatan mencoba membangun peternakan sapi perah dan tempat wisata. Namun, saya baru sekarang terwujud membuka yang wisata dahulu karena ada pandemi COVID-19. Wisata edukasi ini, namanya Cepogo Cheese Park,” kata Bambang.

Cepogo Cheese Park sebenarnya, kata dia, memiliki lahan seluas sekitar 7 hektare, tetapi yang baru dikelola sekitar 4,7 hektare. Bahkan, kapasitas parkir kendaraan roda empat bisa menampung 150 mobil. Sedangkan, kapasitas pengunjung di Cepogo Cheese, mencapai sekitar 500 orang.

Cepogo Cheese Park merupakan wisata edukasi keluarga, dengan tujuan anak-anak senang dengan berinteraksi alam, binatang dan mengerti proses hewan itu, mulai kecil hingga besar dan menjadi sesuatu sebagai sumber ekonomi.

Pengunjung masuk ke Cepogo Cheese Park yang dekorasinya seperti taman di luar negeri dan dapat menikmati pemandangan indah dengan hawa sejuk udara pegunungan dan wisata edukasi dengan sejumlah binatang yang ramah manusia.

Wisata yang dihiasi dengan taman-taman untuk binatang antara lain kuda poni, burung merpati, kelinci, domba, ikan, kura-kura, ular sawa, berang-berang, burung kakak tua, dan jenis burung lainnya. Bahkan, Cepogo Cheese Park juga menyediakan sejumlah gerai minuman dan snak produk PR Cimory dan beberapa mainan anak kereta-kereta serta lainnya.

Selain itu, Objek wisata Cepogo Cheese Park juga menyediakan tokonya yang menjual minuman dan snack produk dari PT Cimory. Pihaknya juga selalu membuka bagi pelaku UMKM bagi masyarakat lokal. Pengunjung Cepogo Cheese cukup membayar tiket masuk Rp20.000 per oang. Namun, tiket masih diskon 25 persen hingga tanggal 16 Desember mendatang.

Sementara itu, Bupati Boyolali M Said Hidayat mengatakan Soft opening Cepogo Cheese Park dari Cimory di Desa Genting, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali, komunikasi ini, terjalin sejak 2019 dan inisiatif mantan Bupati Boyolali Seno Samodro. Sejarah panjang pembangunan Boyolali tidak ada yang terlupakan.

Pembangunan tempat wisata di Boyolali ini, kata dia, merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dengan investor dari PT Cimory Untuk itu, pemerintah daerah membangun tidak sendirian, tetapi ada kerja sama dengan investor termasuk pemilik PT Cimory maka terwujud objek wisata edukasi Cepogo Cheese Park.

“Dengan pembangunan Cepogo Cheese Park ini, akan berdampak luas termasuk UMKM dan perekonomian masyarakat sekitar akan meningkat.Kami bersyukur telah membuka objek wisata yang menjadi destinasi wisata baru, yakni Cepogo Cheese Park dari Cimory di Desa Genting Kecamatan Cepogo,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Boyolali menyampaikan terima kasih kepada PT Cimory selaku investor yang menanamkan modalnya di wilayah ini, dalam mengembangkan usahanya, bukan hanya sekedar bisnis saja, tetapi di dalamnya ada edukasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga dengan dibukanya Cepogo Cheese Park ini, dapat memberikan manfaat dan kemanfaatan bagi masyarakat Boyolali pada khususnya dan anak-anak menjadi media belajar terhadap dunia hewan, peternakan, dan anak-anak bisa berinteraksi dengan berbagai macam hewan,” katanya.