Karir  

Bekerja Setengah Hati? Begini Cara Gapai Karier Impian

Bekerja Setengah Hati? Begini Cara Gapai Karier Impian

harian-nasional.com/ – Sudah bekerja, tetapi rasanya seperti masih ada yang mengganjal. Belum srek betul, tidak nyaman, sehingga menjalani pekerjaan pun setengah hati.

Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Mungkin karena tidak sesuai passion, di luar bidang yang dikuasai, tidak ada peningkatan gaji maupun jenjang karier, atau lainnya. Tetapi kamu tetap melakoni pekerjaan tersebut karena alasan butuh uang.

Padahal memaksakan diri pada hal yang tidak disenangi hanya akan membuatmu merasa tertekan dan tidak bahagia. Sejatinya, kebahagiaan sangat penting ketika bekerja.

Dengan begitu, kamu dapat mengerjakan tugas dengan antusias, penuh semangat, dan selalu ingin memberikan yang terbaik. Yuk, mulai evaluasi diri dan lakukan perubahan.

Kamu berhak mendapatkan pekerjaan impian dan meraih kesuksesan. Berikut caranya:

1. Ikuti kata hatimu

Pernah dengar hati tak pernah bohong? Mungkin ada benarnya. Mulut bisa mengelabui, tetapi hati akan selalu jujur. Jika hatimu ingin pindah dari tempat kerjamu sekarang, ingin bekerja di bidang yang kamu sukai atau pekerjaan baru, ikutilah kata hati tersebut.

Daripada kamu menyiksa diri bertahan, lebih baik tinggalkan, dan mulai menata lembaran karier yang baru. Segala sesuatu yang didasari dari hati, biasanya akan memunculkan semangat dan energi positif dalam diri untuk melakukan usaha lebih. Sehingga kamu bisa meraih pekerjaan impian dan sukses.

2. Keluar dari zona nyaman

Kamu tidak akan pernah bisa menggapai mimpi bila terus berada di zona nyaman. Memang pekerjaanmu tidak sesuai jurusan, rekan kerja toxic, tetapi waktu kerja selama ini fleksibel, gaji besar, dan atasan baik.

Kamu menganggap belum tentu di perusahaan lain seperti itu. Akhirnya kamu terjebak pada zona nyaman. Sudah terlanjur enak dengan kondisi pekerjaan yang sekarang.

Rasanya berat pindah ke “lain hati” meski bekerja di bidang yang tidak sesuai passion. Kamu meyakinkan diri bahwa hal tersebut masih bisa ditahan.

Padahal, keluar dari zona nyaman bisa membawa kariermu lebih berkembang. Apakah itu naik jabatan dan gaji, bekerja di bidang yang kamu cintai, atau lainnya.

Kalau mau mengejar karier impian, kamu harus berani ambil risiko. Hengkang dari zona nyaman yang agar kariermu tidak mandek.

3. Jadikan keluarga sebagai motivasi terbesar

Ketika berniat mengejar karier impian, tetapi masih diliputi dilema, coba ingat keluarga di rumah. Orangtua, istri atau suami, dan anak yang kamu cintai. Masa kamu mau begitu-begitu saja dalam berkarier.

Kamu harus bisa membuat bangga mereka, keluargamu. Misalnya orangtua yang sudah menyekolahkanmu hingga sarjana, ingin memberikan yang terbaik dari sisi materi untuk istri dan anak. Jadikan mereka motivasimu untuk bergerak maju, karena kamu tidak mau mengecewakan mereka.

4. Hilangkan perasaan tidak enakan

Biasanya yang membuat seseorang takut melangkah adalah punya perasaan tidak enakan. Contohnya, tidak enak sama bos atau rekan kerja yang sudah baik sekali sama kamu.

Kalau kamu resign dari pekerjaan sekarang, bagaimana dengan mereka. Hello… perusahaan sangat mudah mencari penggantimu.

Kandidat yang lebih berkompeten darimu banyak di luar sana. Jadi, jangan pernah merasa tidak enakan. Kalaupun kamu resign, kemudian ada rekan kerja yang sedih dengan keputusanmu, itu hanya sesaat.

Bahkan tak jarang hanya ‘drama’. Dalam hati senang karena kamu akan pergi dan mereka tidak punya saingan lagi.

5. Kebahagiaan lebih penting dari uang

Siapapun butuh uang, termasuk kamu. Tetapi jangan terlalu mendewakan uang. Misalnya di kantor sekarang, gajimu besar meski merasa tertekan dengan pekerjaan. Sehingga kamu memutuskan untuk bertahan walaupun kamu tidak bahagia menjalaninya.

Asal kamu tahu, uang masih bisa dicari. Kalaupun di kantor baru, gajimu lebih kecil, asalkan pekerjaan yang didapat sesuai dengan keinginan atau pekerjaan tersebut yang kamu impikan selama ini, kamu akan mengerjakannya dengan senang hati.

Kebahagiaan ini yang tidak kamu dapatkan di kantor lama dengan gaji besar. Toh kamu bisa mencari pekerjaan sampingan untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Jadi, uang bukan sumber kebahagiaan. Jika kamu bahagia menjalani pekerjaan, kinerja maksimal, mampu memberikan yang terbaik, dengan sendirinya jabatan dan gaji akan mengikuti.