Crypto  

Akhir Tahun Ini, Pasar NFT Jepang Diprediksi Bakal Mencapai US$1,36 Miliar

Akhir Tahun Ini, Pasar NFT Jepang Diprediksi Bakal Mencapai US$1,36 Miliar

harian-nasional.com/ – Industri aset digital Negeri Sakura diproyeksikan bakal bersinar di akhir tahun ini. Perusahaan riset pasar Research And Markets mengungkapkan pada tahun ini nilai pasar dari bisnis non-fungible token (NFT) di Jepang bakal mencapai US$1,36 miliar. Angka tersebut meningkat 53% secara tahunan dibanding 2021.

Melesatnya popularitas aset digital yang banyak digunakan untuk gambar, video, dan pakaian untuk avatar menjadi salah satu faktor pemantik dalam tumbuh kembang industri tersebut. Perusahaan konsultan untuk kripto dan blockchain di Jepang juga ikut kebanjiran untung.

Salah satu konsultan di sana, Gracone, bahkan mengaku berhasil memperoleh pendapatan yang mumpuni selama tahun ini.

/Terkait

3 Merek Mewah Ini Resmi Terjun ke Sektor Metaverse dan NFT di Bulan November

Paris Hilton dan a16z Jadi Investor dalam Platform Video Terdesentralisasi Shibuya

Manfaatkan Blockchain Algorand, MAPay Gunakan NFT untuk Simpan Data Kesehatan

Winamp Masuk Web3, Dukung NFT Musik Berbasis Ethereum dan Polygon

Toys R Us Bakal Merilis Koleksi NFT di Blockchain Solana

Ramaikan Piala Dunia FIFA 2022, Coca-Cola Gandeng Crypto.com Rilis 10.000 NFT

“Banyak orang di Jepang yang tertarik akan NFT dan aset kripto tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan dengannya. Sehingga, muncul berbagai platform yang bertujuan untuk membantu investor di sana untuk membeli aset kripto secara lebih mudah,” tulisnya dalam riset.

Hadirnya platform NFT HEXA merupakan bukti bahwa pasar aset digital di Jepang masih sangat besar. Platform tersebut membantu banyak orang untuk membeli dan menjual NFT berbasis yen Jepang tanpa harus memiliki dompet kripto apapun. Selain itu, setiap pengguna juga bisa leluasa memanfaatkan layanan tersebut tanpa tanpa harus membayar biaya gas atau transaksi.

Research and Markets juga menyebutkan bahwa hadirnya NFT mampu menyatukan artis dan kreator Jepang dalam satu wadah; seperti yang dilakukan oleh bursa NFT Prime. Platform hasil pengembangan Angela Global Co.Ltd itu mampu menyatukan konten Jepang ke dalam satu platform dan mengubahnya menjadi aset digital untuk melindungi karya para kreator.

Dengan berbagai layanan yang dihadirkan oleh banyak platform, Research and Markets bahkan memprediksi dalam 6 tahun kedepan, nilai pasar NFT di Jepang bakal mampu mencapai US$8,8 miliar.

Pemerintah Jepang Berikan Dukungan terhadap NFT dan Web3

Kemajuan industri aset digital di Jepang tidak bisa dilepaskan dari dukungan dari pemerintah setempat. Pada Oktober kemarin, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, sudah mengumumkan bahwa Jepang bakal memperluas investasinya dalam NFT dan metaverse. Hal itu merupakan bentuk upaya pemerintah untuk memperluas penggunaan layanan berbasis Web3 yang sudah dimulai di beberapa sektor.

“Untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan perlu adanya perubahan isu sosial menjadi mesin pertumbuhan. Di bawah semangat itu, Jepang akan mempercepat investasi publik-swasta yang berfokus pada sains, teknologi/inovasi, perusahaan rintisan serta GX dan juga DX,” jelasnya.

Dukungan tidak hanya diberikan pada instrumen aset digital, stablecoin juga mendapatkan tempat tersendiri di sana. Pada Juni kemarin, Financial Services Agency (FSA) Jepang sudah meloloskan aturan terkait penerbitan mata uang kripto yang dipatok dalam mata uang fiat tersebut.

Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa hanya entitas yang disewa secara lokal yang diizinkan untuk menerbitkan stablecoin di Jepang. Selain itu, proses penerbitan stablecoin juga akan dibatasi. Hanya bank, perusahaan perwalian, dan perusahaan dengan lisensi transfer uang tertentu yang bisa melakukannya.

Salah satu anggota kelompok kerja di FSA yang terlibat dalam regulasi stablecoin, Yuichiro Saka, mengatakan hal itu dilakukan secara sengaja agar tidak membiarkan perusahaan asing secara mudah masuk ke pasar Jepang.

“Kita tidak boleh berkompromi dengan standar evaluasi untuk perusahaan asing,” ucapnya.

Algorithmic Stablecoin Tidak Direkomendasikan untuk Digunakan

Meskipun membuka diri terhadap perkembangan stablecoin, namun khusus untuk stablecoin algoritmik FSA memberikan rekomendasi kepada pemerintah Jepang untuk tidak menggunakannya. Hal itu disandarkan pada keruntuhan TerraUSD yang terjadi pada awal tahun ini.

Dalam dokumen FSA disebutkan, algorithmic stablecoin juga dikategorikan sama dengan aset kripto Bitcoin, sehingga regulasi yang akan diberlakukan juga akan setara dengan regulasi kripto di Jepang.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!