Karir  

8 TED Talks untuk Anak Muda tentang Kebahagiaan dan Kesuksesan

harian-nasional.com/ – Pernah membayangkan bagaimana satu organisasi bisa mengundang begitu banyak orang-orang hebat di setiap konferensinya, di mana mereka berbagi berbagai ide-ide “ajaib” dan inspiratif? Nah, itu dia gambaran besar TED Talks. TED merupakan sebuah organisasi nonprofit yang bertujuan untuk berbagi dan menyebarkan ide. Ide ini dikemas dalam suatu bentuk perbicangan (talks) yang singkat tapi powerful. Dengan slogannya “Ideas Worth Spreading“, TED Talks percaya kekuatan ide bisa mengubah sikap, hidup, dan bahkan dunia.

Mulai menjalankan “misi” sejak 1984, awalnya TED Talks hanya membahas mengenai teknologi, entertainment, dan desain. Tapi sekarang, pembahasannya sudah sangat beragam, mulai dari ilmu pengetahuan, bisnis, sampai isu global, dan diadakan di berbagai tempat dengan lebih dari seratus bahasa. Penasaran seperti apa sih, TED Talks itu? Di sini Glints sajikan delapan TED Talks inspiratif, tentang kebahagiaan dan kesuksesan yang bisa kamu simak. Selamat terinspirasi!

1. Richard St. John – 8 Secrets of success

Richard St. John mengawali ceritanya dengan pengalamannya di perjalanan menuju TED Talks tujuh tahun sebelumnya. Ia ditanyai oleh orang seorang remaja tentang kunci kesuksesan, dan saat itu ia menyesal tidak bisa memberikan jawaban yang baik.

Akhirnya, setelah riset selama tujuh tahun dan melalui 500 wawancara, ia bisa menyimpulkan delapan hal yang membawa kesuksesan. Salah satunya passion, dijelaskan bahwa bekerjalah untuk passion kita, bukan uang. Karena dengan begitu, uang akan datang dengan sendirinya. Kurang dari lima menit, presentasinya di TED Talks inspiratif bagi kamu yang sedang menyusun cara menuju kesuksesan, nih.

2. Larry Smith – Why you will fail to have a great career

Semua orang tentunya ingin memiliki karier yang baik, tapi Larry Smith, seorang profesor ekonomi, berkata dalam TED Talks-nya bahwa itu tidak cukup. Ia membahas dalam TED Talks ini, bahwa keingin memiliki karier yang baik, dan bekerja sangat keras terkadang tidak cukup. Ia mengajak orang-orang untuk mengejar passion mereka, bukan sekadar interest, atau hal yang menarik, karena ternyata keduanya berbeda.

Orang seringkali membuat banyak alasan untuk tidak mengejar passion mereka, padahal di situlah kuncinya. Bagaimana dengan kamu?

3. Margaret Heffernan – Dare to disagree

Banyak orang menghindari perbedaan pendapat, agar tidak terjadi konflik. Tapi di TED Talks ini, Margaret Heffernan, seorang pebisnis, menyatakan sebaliknya. Pada pembicaraannya di TED Talks, ia menyatakan bahwa perbedaan, atau ketidaksetujuan yang baik, itu sah-sah saja, dan justru penting untuk kemajuan.

Ia menjelaskan bahwa partner yang baik justru tidak selalu se-iya dan sekata. Dalam tim riset, hubungan, dan bahkan bisnis boleh saja tidak setuju, bahkan setuju-setuju saja bisa jadi “mematikan”. Tak jarang, hal baik justru terjadi saat kita menerima konflik dan ketidaksetujuan sebagai alat yang berharga.

4. Sarah Lewis – Embrace the near win

Sejarawan Sarah Lewis menceritakan pengalamannya pada saat pekerjaan museum pertamanya di TED Talks ini. Ia menyadari bahwa tidak semua karya seni yang ada merupakan maha karya. Sesuatu yang kelihatannya hampir gagal, atau hampir sukses, justru bisa menjadi suatu karya seni itu sendiri. Ia pun mengajak kita untuk merenungkan pencarian kesuksesan kita, jangan-jangan justru yang “hampir” itulah yang mendorong kita untuk tetap maju.

Kesuksesan memang memotivasi, tapi bisa jadi hal yang “hampir” juga mendorong kita tetap berkarya. “Hal itulah yang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju tujuan kita”, ujarnya dalam TED Talks.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="10"]

5. David Brooks – Should you live for your résumé or your eulogy?

David Brooks, seorang penulis dan komentator asal Amerika, dalam TED Talks-nya mengatakan bahwa ada dua pribadi dalam diri kita. Yang satu menginginkan kesuksesan, yang membangun résumé, atau rangkuman kehidupan kita. Satunya lagi adalah pribadi yang menginginkan koneksi, komunitas, dan cinta, nilai-nilai yang baik untuk eulogy, atau sanjungan bagi diri kita. Dalam TED Talks ini, ia mempertanyakan, apakah kita bisa menyeimbangkan keduanya?

6. Candy Chang – Before I die I want to…

Seniman Candy Chang menaruh minatnya pada dinamika antara tempat umum dan kesehatan emosional, juga perbatasan antara isolasi dan komunitas, serta peran kesamaan antar individu dan kolektif. Ia tinggal di New Orleans, Amerika Serikat, dan membuat sebuah proyek unik di antara tetangga sekitarnya. Dalam TED Talks ini, ia bercerita bahwa ia mengubah sebuah rumah kosong menjadi papan tulis besar dan membuat pertanyaan isian, “before I die I want to____”. Jawaban tetangganya sangat beragam, ada yang mengejutkan, pedih, dan bahkan lucu, menjadi cerminan yang tak disangka bagi komunitas tersebut.

Ia melanjutkan dalam pembicaraannya di TED Talks, bahwa dua hal penting yang kita miliki adalah waktu dan hubungan kita dengan orang lain. Hidup saat ini semakin banyak gangguannya, sangat penting jika kita bisa menemukan cara untuk tetap mempertahankan sudut pandang dan mengingat bahwa hidup itu singkat dan lembut. Kematian pun menjadi salah satu perbincangan yang dihindari orang. Padahal, dengan memikirkan dan mempersiapkan kematian justru membuat hidupmu menjadi lebih jernih. Unik ya?

7. Amy Purdy – Living beyond limits

Mengawali TED Talks-nya dengan bertanya, jika hidup adalah sebuah buku dan kita adalah pengarangnya, apa yang ingin dikisahkan? Setelah ia pikir hidupnya sempurna karena sudah pindah ke tempat yang ia impikan, dan mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan, ternyata ia salah. Amy Purdy pada suatu hari tiba-tiba didiagnosa memiliki bakteri meningitis, kemudian kehilangan ginjal dan kedua kaki di bawah lututnya. Saat itu berbulan-bulan ia terpuruk dan mempertanyakan hidupnya.

TED Talks-nya membicarakan tentang kekuatan imajinasi, bahwa hidup tidak ditentukan dari apa yang terjadi, tapi keputusan yang kita ambil. Hal yang menghambat itu bisa membuat kita berhenti, atau justru semakin kreatif. Amy yang kehilangan kedua kakinya pun akhirnya berhasil memenangkan kejuaraan snow boarding, dan menjadi salah satu perempuan dengan nilai tertinggi, ispiratif!

8. Bel Pesce – 5 ways to kill your dreams

Dalam TED Talks kali iniini, seorang entrepreneur dan pendidik asal Brazil, Bel Pesce, menjelaskan bahwa terkadang mimpi yang kita miliki tumpang tindih dengan hal-hal yang tidak pernah terjadi. Kita secara tidak sadar “membunuh” mimpi kita ketika berpikir bahwa kesuksesan terjadi secara instan dan tanpa proses. Mimpi kita bisa tercapai justru ketika kita menikmati setiap proses perjalanan yang ada, bukan hanya sekadar mendapatkannya. Atau, ketika kita berusaha mencari jawaban kehidupan kita dengan melihat orang lain, dan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita, “saat itulah, kita menghancurkan mimpi kita sendiri,” tutupnya dalam TED Talks tersebut.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kedelapan TED Talks tersebut, ya. Misalnya saja, kenyataan bahwa setiap orang memiliki jalan berbeda untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesannya. Yang pasti, jangan lupa nikmati setiap proses yang ada, dan tetap fokus pada mimpimu. Jangan lupa juga untuk menikmati waktu dan hubunganmu dengan orang lain, karena kebahagiaan dan kesuksesan tidak melulu berbicara tentang pekerjaan dan kariermu.

Tolak ukurmu untuk sebuah kesuksesan pun bisa jadi berbeda, seperti yang dibagikan oleh para pembicara dalam TED Talks. Jika kamu belum berhasil sukses seperti yang kamu impikan pun tidak masalah, coba tengok keadaanmu sekarang. Jangan-jangan justru keadaanmu, atau kegagalanmu sekarang merupakan maha karya yang memiliki keindahannya tersendiri.

Untuk mendapatkan informasi seputar karier lainnya, termasuk lowongan magang, freelance dan kerja full-time, yuk, sign up di Glints!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”