Karir  

8 Hal yang Perlu Kamu Persiapkan jika Punya Pekerjaan Online

harian-nasional.com/ – Apa bisa orang bekerja tanpa perlu ke kantor? Dewasa ini, sudah banyak yang membuktikan kalau bekerja di rumah juga bisa menjadi sumber penghasilan. Kamu tidak lagi perlu ke kantor dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Dengan pekerjaan online, kamu bisa mengatur waktu kerjamu sendiri.

Glints ingin membagikan delapan hal yang perlu kamu persiapkan jika punya pekerjaan online.

1. Internet

© marketwatch.com

Untuk kamu yang memiliki pekerjaan online, aset utama yang wajib kamu punya adalah akses ke internet. Baik sebagai blogger, entrepreneur, konsultan, penulis, atau pekerjaan online lainnya, kamu membutuhkan layanan internet yang bisa diandalkan. Produktivitas kamu akan sangat bergantung dari kecepatan koneksi internetmu.

2. Ruang Kerja

© shawellnessclinic.com

Sebagai seorang freelancer dengan pekerjaan online, kamu harus mempertimbangkan baik-baik tempat kamu bekerja. Tempat tersebut bisa berupa satu ruangan terpisah, atau suatu pojok di sudut kamarmu.

Jika kamu bosan bekerja di rumah, kamu juga bisa mencoba kedai kopi atau perpustakaan sebagai alternatif. Selain itu, untuk kamu yang memiliki pekerjaan online, saat ini sudah banyak coworking space yang menyediakan tempat untuk bekerja. Beberapa coworking space memungkinkan kamu untuk menyewa tempat per jam, hari, minggu, atau bulan. Keuntungan bekerja di coworking space, kamu bisa mendapatkan koneksi internet yang stabil, serta kesempatan untuk menjalin kerja sama, dan membentuk komunitas baru.

3. Dekorasi

Setelah kamu memiliki ruangan atau pojok untuk bekerja, tugas kamu berikutnya adalah mendekorasi tempat kerjamu. Kamu bisa menggunakan Pinterest untuk mencari inspirasi ruang kerja yang kamu suka. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan tanaman kecil, seperti succulent atau kaktus mini, di mejamu. Usahakan juga ruang untuk pekerjaan online-mu terpapar sinar matahari. Namun, jangan lupa untuk menambahkan lampu meja sebagai tambahan pencahayaan di malam hari.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="10"]

Agar semangat kerjamu meningkat, usahakan untuk menyembunyikan hal-hal yang tidak ingin kamu lihat. Sebagai contoh, kamu bisa meletakkan printer kamu di lemari, jika kamu tidak suka melihat printer di meja. Selain itu, usahakan untuk meletakkan perlengkapan kantormu di ruang atau sudut kerjamu. Kamu tidak ingin kan untuk mondar mandir di rumah setiap beberapa menit untuk mengambil peralatan tulis, seperti pen, gunting, staples, dan lain sebagainya? Buat pekerjaan online-mu menyenangkan dengan menyediakan kulkas kecil atau coffee maker. Tapi ingat, jangan menyimpan makan siangmu di kulkas kantor. Kamu juga perlu keluar dari ruang kerjamu sesekali untuk refreshing atau beristirahat. Walaupun ruang kerjamu nyaman dan bagus, kamu tidak perlu berada di sana seharian.

4. Jam Kerja

© Jcomp via Freepik.com

Walaupun kamu bekerja di rumah, bukan berarti kamu tidak perlu mengatur jam kerjamu sama sekali. Pekerjaan online justru membutuhkan jam kerja atau hari kerja yang hampir sama konsistennya dengan jam kerja pada umumnya. Kamu akan sangat mudah terganggu dengan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, anak-anak, peliharaan, atau social media, jika tidak ada jam kerja yang pasti. Dengan peraturan yang ketat, kamu bisa menegaskan kepada keluargamu untuk membiarkanmu fokus selama jam kerja. Pekerjaan online bukan hal yang mustahil, jika kamu memiliki komitmen untuk menjalaninya.

5. Ketekunan

© freepik.com

Bekerja di rumah memungkinkan kamu untuk menghemat banyak biaya transportasi. Namun, pekerjaan online bisa saja menghasilkan kurang dari yang kamu harapkan. Pekerjaan online menuntut kamu untuk menjadi pribadi yang tekun. Kamu tidak perlu berkecil hati jika pekerjaan online-mu masih belum terlalu banyak. Jika kamu tekun dan terus memproduksi hasil yang berkualitas, kerja kerasmu akan membuahkan hasil yang lebih.

Bekerja di rumah bukan berarti kamu hanya menunggu tawaran itu datang sendiri. Kamu bisa bergabung di networking sites untuk memperluas koneksimu. Kamu bisa mengunggah portfolio-mu ke forum-forum atau website pekerjaan. Dengan adanya website tersebut, kamu bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari industri yang kamu minati. Bukan tidak mungkin jika kamu bisa menemukan pekerjaan online dari website tersebut.

6. Atur keuanganmu

© Schantaao via freepik.com

Memiliki pekerjaan online yang stabil membutuhkan waktu. Masa-masa awal membangun karier sebagai freelancer akan sangat menakutkan jika kamu tidak mengatur keuanganmu. Usahakan untuk memiliki tabungan sebelum kamu memulai pekerjaan online. Hal tidak terduga bisa saja terjadi. Kamu mungkin akan membutuhkan uang tambahan. Adanya tabungan memungkinkan kamu untuk lebih fokus bekerja, dibandingkan memikirkan biaya tak terduga. Adanya tabungan ketika kamu memiliki pekerjaan online juga akan mengurangi rasa putus asa untuk menerima pekerjaan apapun, hanya karena kamu membutuhkan uang.

7. Rencana Cadangan

© theconversation.com

Dengan banyaknya tanggung jawab yang kamu miliki, kamu tetap hanyalah satu orang. Ada momen-momen ketika kamu tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Satu hal yang pasti adalah kamu akan membutuhkan bantuan di titik tertentu. Jika kamu ingin berkomitmen dalam melakukan pekerjaan online, persiapkanlah rencana cadangan sebelum kamu kewalahan sendiri.

Pertama, kamu bisa mendiskusikan jadwal pekerjaan online-mu dengan pasangan, anak, atau orang tua. Pastikan bahwa kamu akan sangat mengandalkan mereka, terutama ketika kamu sedang bekerja. Kedua, kamu bisa mengatur jadwal bermain anak bisa di rumah temannya, neneknya, atau tantenya. Ketiga, kamu juga bisa membentuk suatu komunitas dengan pekerja online lainnya. Kemudian, kalian bisa bergantian mengurus anak sesuai dengan jadwal masing-masing. Keempat, jika kamu memiliki bujet lebih, kamu bisa mempekerjakan asisten rumah tangga untuk membantumu mengurus rumah.

8. Akun pembayaran virtual

Bukan tidak mungkin jika kamu mendapatkan pekerjaan online dari luar negeri. Nah, kemudian, bagaimana sistem pembayarannya? Kamu bisa membuat akun pembayaran virtual, seperti PayPal atau Payoneer. PayPal telah banyak digunakan di seluruh dunia untuk berbagai transaksi online. Biaya transaksi yang dikenakan oleh PayPal tergantung dari beberapa faktor, seperti apakah kamu menggunakan PayPal balance, kartu kredit, atau debit. Faktor lainnya juga bisa berupa apakah uang ditransfer ke negara yang sama atau internasional. Biaya transaksinya beragam mulai dari 0,3 persen sampai 7,4 persen. PayPal juga mengenakan biaya konversi mata uang.

© atgtravel.com

Layanan pembayaran virtual lainnya yang bisa kamu gunakan adalah Payoneer. Layanan ini menawarkan dua jenis akun. Pertama, layanan tanpa biaya tahunan yang memungkinkan kamu untuk menarik uang langsung ke akun bank lokalmu. Kedua, Payoneer juga menyediakan akun yang meliputi prepaid Payoneer MasterCard dengan biaya tahunan 29,99 US dollar. Dengan Payoneer, kamu bisa mengirimkan uang ke prepaid MasterCard, PayPal, atau transaksi bank global lainnya.

Sebelum kamu terjun menjadi freelancer dengan pekerjaan online, ternyata banyak hal yang harus kamu persiapkan. Kamu tidak lagi bisa mengandalkan fasilitas kantor, seperti Internet, komputer, ataupun ruang kerja. Kamu juga dituntut untuk mengatur waktumu sendiri. Apalagi dari segi penghasilan, setiap bulannya kamu belum tentu mendapatkan hasil yang pasti. Untuk mengantisipasi tantangan yang ada, kamu bisa mempersiapkannya sebelum langsung melakukan pekerjaan online.

Setelah mempertimbangkan delapan faktor di atas, sudah siapkah kamu menjalankan pekerjaan online? Tertarik dengan tips dan informasi mengenai karier seperti ini? Kamu bisa mendapatkannya dengan sign up di Glints dan temukan juga pekerjaan impianmu.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”