7 Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil Tanpa Obat

7 Cara Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil Tanpa Obat

harian-nasional.com/ – Sakit pinggang adalah masalah umum pada kehamilan.

Hampir semua wanita pernah mengalami rasa nyeri pinggang saat hamil.

Keluhan sakit pinggang bisa saja terjadi di semua usia kehamilan, termasuk saat baru memasuki trimester pertama.

Namun, keluhan sakit pinggang dan ditambah punggung bawah biasanya mulai muncul pada trimester kedua hingga akhir trimester ketiga.

Penyebab sakit pinggang saat hamil

Melansir Buku Enjoy Your Pregnancy, Moms! (2012) oleh Ana Wardatul Jannah, Sm.Ked & dr. Widja Widajaka, Sp.OG, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sakit pinggang saat hamil .

Berikut ini beberapa kemungkinannya:

1. Pembesaran daerah perut

Sakit pinggang dapat disebabkan oleh berpindahknya berat tubuh akibat pembesaran daerah perut sehingga punggung bawah dan pinggang menopang berat yang ebih dari biasanya.

2. Peran hormon

Meningkatnya hormon relaksin saat hamil dapat mengakibatkan sendi-sendi besar di daerah pinggang menjadi lembek dan tidak kokoh menahan bobot tubuh.

3. Tekanan rahim

Tekanan rahim yang terjadi selama masa kehamlan juga bisa menjadi penyebab sakit pinggang.

Tekanan rahim menekan akar saraf sehingga otot menjadi tegang dan menimbulkan nyeri.

4. Sikap tubuh yang salah

Penyebab sakit pinggang saat hamil lainnya, mungkin saja karena sikap tubuh yang salah ketika mengangkat benda berat, mengambil barang, atau pada saat bangun dari posisi tidur.

Cara mengatasi sakit pinggang saat hamil

Untuk mengatasi keluhan sakit pinggang saat hamil, ibu hamil sangat dianjurkan dapat mempelajari body mechanic atau sikap tubuh yang baik selama menjalani proses kehamilan.

Berikut ini beberapa tips mengatasi sakit pinggang termasuk sakit punggung saat hamil yang bisa dicoba:

1. Jangan membungkuk

Ketika ingin mengambil benda yang lebih rendah misalnya, ibu hamil lebih baik berjongkok atau jangan membungkuk.

Karena dengan berjongkok, kaki dan paha yang akan menopang berat tubuh dan tegangan, bukan punggung.

Intinya, ibu hamil tidak boleh menumpu semua gerakan di bagian punggung.

2. Hindari pakai high heels

Bagi wanita yang terbiasa menggunakan high heels, sebaiknya mulailah untuk menggunakan flat shoe untuk kegiatan sehari-hari.

Sepatu hak tinggi hanya akan memperparah kerja pinggang dan punggung dalam menerima tegangan.

3. Atur posisi tidur

Saat tidur, ibu hamil dianjurkan menggunakan satu bantal untuk mengganjal punggung agar dapat menemukan dasar untuk sejenak mengistirahatkan kerja ototnya.

Ibu hamil juga bisa memilih tidur dengan posisi miring ke samping atau jangan terlentang.

4. Perhatikan saat bangun dari posisi tidur

Saat hendak bangun dari posisi tidur ke posisi duduk, ibu hamil cobalah untuk miring terlebih dahulu, lalu bantu dengan tangan yang menahan pada tepi tempat tidur, sehingga bukan hanya pungu dan pinggang yang bekerja.

5. Senam hamil

Seringlah melakukan latihan senam hamil karena dapat meregangkan otot-otot yang tegang, sehingga akan mengurangi sakit pinggang.

6. Pijat

Melansir Buku Tetap Bugar dan Energik Selama Hamil (2010) oleh dr. Ova Emilia, M.Med, Ed., PhD., Sp.OG (K) & Harry Freitag, S.Gz, Dietisien, sering kali ditemukan ibu hamil justru menemui dokter untuk meminta pereda nyeri akibat keluhan sakit pinggang.

Padahal, obat pereda nyeri ini sebenarnya tidak diperlukan. Jika ada nyeri berlanjut, pemijatan dapat dilakukan dengan bantuan minyak untuk melemaskan otot.

7. Kompres dingin

Sementara itu, jika sakit pinggang saat hamil yang dirasakan sangat mengganggu, ibu hamil bisa mengunjungi fisioterapi atau menggunakan kompres dingin di bagian yang sakit.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs http://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs http://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”