Karir  

5 Kesalahan Rekrutmen yang Paling Umum dan Cara Menghindarinya

harian-nasional.com/ – Pernah frustasi karena tidak juga menemukan kandidat yang tepat padahal berbagai tips rekrutmen dan instruksi atasan sudah dilakukan? Mungkin saja, yang menjadi masalah selama ini adalah bukan yang tidak Anda lakukan sebagai rekruter perusahaan, tetapi yang Anda lakukan. Bisa jadi, ada kesalahan rekrutmen yang Anda lakukan sehingga prosesnya tidak berjalan seefektif yang diharapkan.

Faktanya, kesalahan rekrutmen yang paling sering dilakukan oleh perusahaan adalah hal-hal yang paling mendasar, seperti tidak mengecek ulang iklan lowongan kerja yang sudah dipasang di job portal. Untuk itu, agar memudahkan Anda menjalankan strategi rekrutmen perusahaan, berikut telah kami rangkum kesalahan rekrutmen yang paling sering dilakukan dan tips menghindarinya.

5 Kesalahan Rekrutmen yang Paling Umum dan Cara Menghindarinya

© Freepik.com

1. Menanyakan pertanyaan yang dapat diprediksi

98% orang yang Anda wawancara pastinya sudah pernah diwawancara sebelumnya, baik saat melamar sebagai intern atau hanya sebagai anggota BEM. Tentunya mereka pernah mendengar pertanyaan seperti “what is your greatest weakness?” atau “Tell us about a time you faced a challenge at work?”. Dengan pertanyaan tersebut pastinya mereka sudah mempersiapkan jawaban sendiri sehingga Anda tidak berkesempatan untuk mengenal kemampuan mereka lebih dalam.

Solusinya, pilih alternatif pertanyaan dengan membuat studi kasus . Misalnya saja tindakan kandidat tersebut ketika berada di posisi yang menyulitkan di kantor, atau ketika tidak ada anggota tim yang mendukung gagasannya. Dengan mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik, Anda dapat sekaligus melakukan assessment yang lebih mendalam tentang kelebihan atau kekurangan kandidat.

2. Bergantung pada atasan dalam menulis deskripsi pekerjaan

Mendengarkan saran dari atasan memang hal yang dapat membantu kualitas hasil kerja Anda. Namun, dalam hal ini, bergantung sepenuhnya dengan deskripsi pekerjaan yang diberikan oleh atasan sama saja dengan melakukan kesalahan rekrutmen. Hal ini karena biasanya mereka hanya memberikan gambaran umum tentang lowongan kerja yang dibuka. Padahal di sisi lain, deskripsi pekerjaan yang detail akan menarik lebih banyak kandidat berkualias. Inilah saatnya Anda memanfaatkan resourcefulness dan kreativitas dalam membuat deskripsi pekerjaan.

Selain informasi yang diberikan atasan, cari referensi lain tentang tugas dan kualifikasi lowongan kerja tersebut. Misalnya, dari karyawan lain yang duduk di posisi yang sama dengan posisi yang dibuka atau browsing di internet. Tapi jangan asal copy-paste. Pastikan pula Anda menysuaikan dengan branding dan latar belakang perusahaan.

3. Tidak melihat kandidat yang sudah mendaftar melalui berbagai platform

Salah satu cara untuk mempublikasikan lowongan baru di perusahaan Anda adalah dengan membuka lowongan pekerjaan tersebut di beberapa job portal. Namun, sering kali Anda mungkin hanya membuka lowongan pekerjaan namun tidak melakukan pengecekan akan kandidat yang sudah melamar dan memberikan update lamaran mereka.

Mengecek satu per satu dari ratusan lamaran yang masuk memang menyulitkan. Apalagi jika lowongan kerja yang dibuka lebih dari satu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menyicil proses penyeleksian awal, bahkan dari beberapa jam pertama setelah lowongan tersebut dipublikasikan. Siapa tahu, kandidat potensial untuk perusahaan Anda ada di antara ratusan lamaran yang masuk.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="10"]

4. Terlalu fokus dengan culture fit dibandingkan dengan culture add

Beberapa orang menggunakan alasan “You’re not fit with our culture” untuk menolak kandidat. Walaupun hal tersebut bukan hal yang salah, namun tidak sedikit perusahaan yang mengabaikan kemampuan kandidat dalam bekerja karena alasan tidak cocok denganculture perusahaan. Untuk itu, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan culture add untuk calon kandidat Anda.

Culture add sendiri dapat diterapkan dengan cara yang paling mudah yaitu sosialisasi. Anda dapat memberikan sosialisasi mengenai culture fit di perusahaan Anda. Selain sosialisasi, Anda perlu memastikan bahwa rekan kerja Anda dan Anda sendiri sudah benar-benar paham mengenai culture fit di perusahaan Anda dan dapat menerapkannya

5. Tidak memberi info jika kandidat tidak mendapatkan pekerjaannya

Tidak memberikan info jika kandidat tidak diterima di suatu perusahaan merupakan hal yang kurang menyenangkan. Karena sebenarnya, kandidat sedang menunggu kepastian dari Anda, baik diterima atau ditolak di perusahaan Anda. Apalagi jika sudah sampai ke tahap wawancara.

Jelaskan alasan tersebut kandidat belum diterima di perusahaan Anda. Selain dapat menjadi masukan untuk kandidat, Anda juga dapat tetap menjaga relasi Anda dengan kandidat yang mungkin akan dibutuhkan nantinya.

Menghindari kesalahan-kesalahan rekrutmen di atas memang tidak bisa sekejap mata. Bermacam-macam penyesuaian perlu dilakukan dan terkadang, malah memakan waktu sedikit lebih lama dari yang sebelumnya. Akan tetapi, jika hasilnya adalah untuk mendapatkan kandidat dengan kualifikasi dan attittude yang sesuai dengan perusahaan, bukankah akan sepadan? Di samping itu, Anda pun dapat meningkatkan kemampuan sebagai seorang rekruter yang terpercaya di perusahaan Anda.

Melalui program TalentHunt, Glints dapat membantu Anda dalam menemukan karyawan yang memiliki kemampuan dan range gaji yang sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan Anda. Register di sini dan tim konsultan kami akan langsung menghubungkan Anda dengan kandidat potensial.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://harian-nasional.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://harian-nasional.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”