10 Penyebab Benjolan di Penis dan Cara Pengobatannya

harian-nasional.com/ – Wajar jika Anda khawatir saat menemukan kutil atau benjolan di penis. Penting untuk diingat bahwa kulit penis sebenarnya tampak bergelombang dan berbukit dan ini merupakan kondisi penis yang normal.

Ketahui selengkapnya penyebab dan cara pengobatan benjolan pada penis.

Berbagai kemungkinan penyebab benjolan pada penis

Jika Anda belum pernah berhubungan seks, satu-dua benjolan putih yang tampak pada batang penis mungkin hanya jerawat biasa.

Kondisi ini tidak berbahaya, bukan menandakan infeksi alat reproduksi pria sehingga tidak menular pada orang lain.

Namun, benjolan di penis juga bisa menandakan adanya gangguan medis tertentu.

Ada penyebab yang ringan dan bisa diobati dengan mudah, ada pula kondisi yang serius dan perlu penanganan segera.

1. Pearly penile papules

Permukaan kulit penis yang sedikit menonjol bisa menandakan terjadinya pearly penile papules (PPP) alias papula penis mutiara.

Kondisi ini sering ditandai dengan munculnya bintik “mutiara” kecil. Tonjolan ini mirip kubah berwarna merah muda, terbentuk di sekitar lingkaran kepala penis.

Data dari DermNet Selandia Baru menunjukkan bahwa kondisi ini terjadi pada 8 – 43% pria.

PPP biasanya muncul setelah pubertas. Papula kerap ditemukan pada pria yang belum disunat karena infeksi jamur pada penis.

2. Fordyce spots

Bintik Fordyce adalah benjolan kecil yang dapat muncul di penis atau jaringan di sekitarnya, seperti skrotum.

Benjolan ini cenderung berwarna kekuningan dan mungkin terbentuk berkelompok atau berkumpun di satu titik.

Kondisi ini terjadi karena kelenjar minyak yang tidak memiliki folikel rambut.

Menurut data dalam ulasan ilmiah Clinical Case Reports and Reviews (2015) sekitar 70 – 80% orang dewasa mengalami kondisi ini.

3. Lymphocele

Lymphocele atau limfokel umumnya terjadi setelah Anda berhubungan seks atau beberapa kali masturbasi. Penyebab lymphocele adalah adanya penyumbatan di saluran getah bening Anda.

Selain itu, lymphocele bisa timbul karena efek samping setelah menjalani operasi prostat, seperti pengangkatan prostat (prostatektomi).

Operasi dapat menyebabkan saluran getah bening tersumbat dan dapat menyebabkan masalah lain, seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan nyeri panggul.

4. Angiokeratoma

Angiokeratoma sebenarnya merupakan lesi pada penis yang tidak berbahaya. Benjolan di penis ini juga jarang terjadi.

Angiokeratoma terbentuk ketika pembuluh darah di dekat kulit menjadi lebih lebar. Bentuknya berupa benjolan kecil berwarna merah terang dan berkelompok.

Kondisi ini dapat terbentuk kapan saja, tapi umumnya benjolan ini muncul di usia lanjut.

Benjolan ini tidak menimbulkan gejala berarti dan tidak membutuhkan pengobatan khusus.

ARTIKEL TERKAIT

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

7 Penyakit Kelamin Pria yang Menular dan Ciri-cirinya

Penyakit kelamin pria sering kali tidak disadari kehadirannya. Padahal, risiko penularan penyakit ini sangat tinggi jika dibiarkan begitu saja. Guna melindungi diri dari penularannya, inilah berbagai penyakit kelamin pada pria dan ciri-cirinya yang perlu Anda ketahui. Penyakit kelamin pada pria dan ciri-cirinya Pada dasarnya, sulit untuk mendiagnosis penyakit kelamin pria secara langsung. Meski begitu, beberapa kondisi dapat menjadi […]

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa• 4 weeks ago

5. Peyronie

Penyakit Peyronie terjadi ketika jaringan parut terbentuk di batang penis. Ini menyebabkan benjolan keras atau pita jaringan.

Data dari John Hopkin’s Medicine menyebut setidaknya 1 dari 11 pria mungkin mengalami kelengkungan penis karena penyakit Peyronie.

Seiring waktu, jaringan parut ini cenderung mengeras karena penumpukan kalsium. Hal itu membuat ereksi melengkung ke atas atau ke satu sisi dan terasa menyakitkan.

6. Lichen planus

Lichen planus adalah ruam gatal yang berkembang ketika sistem kekebalan menyerang sel-sel kulit.

Ini menyebabkan benjolan berwarna ungu-merah di penis atau bagian tubuh lainnya, termasuk lengan bagian dalam, pergelangan tangan, atau pergelangan kaki.

Lichen planus tidak selalu mengkhawatirkan, tetapi dapat membuat kulit Anda gatal dan tidak nyaman.

Gejala umum lichen planus

    Benjolan keunguan dan bagian atasnya datar.

    Rasa gatal.

    Lepuh berisi cairan yang pecah dan berkeropeng.

    Gatal di tempat ruam.

7. Kutil kelamin

Sekelompok benjolan kecil yang terdapat di skrotum, batang, dan ujung penis bisa jadi merupakan kutil kelamin.

Kutil juga dapat muncul di dalam atau sekitar anus, bentuknya bisa bervariasi dalam warna dan ukuran.

Kondisi ini disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan mudah menyebar melalui kontak antarkulit.

Jadi, penting untuk menggunakan kondom jika Anda atau pasangan terinfeksi HPV.

8. Herpes genital

Herpes genital adalah salah satu bentuk penyakit menular seksual (PMS). Ini dapat terjadi akibat infeksi virus herpes tipe 1 dan 2.

Gejalanya yang umum terjadi seperti gatal, lepuh, dan rasa sakit pada penis. Penderita sebaiknya tidak menyentuh luka herpes, lantaran dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, pasien perlu untuk menahan diri dari aktivitas seksual dengan orang lain selama terinfeksi.

9. Kanker penis

Kanker penis adalah jenis kanker langka pada jaringan dan kulit penis. Salah satu gejalanya adalah menimbulkan benjolan berupa tumor dari pertumbuhan sel-sel kanker.

Gejala yang paling menonjol dari kanker penis adalah benjolan jaringan abnormal pada penis Anda.

Pada awalnya, kondisi ini hanya terlihat seperti benjolan biasa, tetapi dapat tumbuh jauh lebih besar dan mulai terlihat merah, iritasi, atau terinfeksi.

ARTIKEL TERKAIT

KESEHATAN PENIS

8 Penyebab Penis Terasa Sakit dan Cara Mengobatinya

Pernahkah Anda merasakan sakit pada penis? Rasa sakit bisa timbul pada pangkal, batang, atau bagian kepala penis. Nyeri tersebut terkadang merambat sampai ke kulup penis. Rasa nyeri yang muncul bisa bermacam-macam. Lalu, apa penyebab rasa sakit pada organ reproduksi pria ini? Kenapa penis sakit? Berikut ini beberapa kondisi atau penyebab yang memungkinan Anda merasakan penis nyeri. 1. Peyronie Penyakit […]

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro• Jul 22

10. Penyakit menular seksual lainnya

Beberapa penyakit menular seksual dapat menyebabkan benjolan di penis atau kulit di sekitarnya.

Ini terjadi karena Anda melakukan hubungan seks oral, anal, atau genital tanpa kondom dengan seseorang yang terinfeksi.

Beberapa PMS tersebut antara lain:

    herpes kelamin,

    sifilis,

    kutil kelamin, dan

    moluskum kontagiosum.

Cara mengatasi benjolan di penis

Ada beberapa cara untuk mengatasi benjolan di penis, bahkan terdapat cara mengobati benjolan pada alat vital pria secara alami.

1. Mengobati benjolan penis ringan

Hindari memencet limfokel, angiokeratoma, dan papula karena dapat menimbulkan infeksi kulit dan meninggalkan bekas luka.

Anda dapat membersihkan kulit penis yang bermasalah dengan air hangat dan sabun lembut.

Apabila benjolan disebabkan oleh jamur, Anda dapat mengoleskan obat antijamur untuk mengatasi infeksi jamur penis.

2. Cara mengobati peyronie

Dokter bisa meresepkan sejumlah obat untuk mengurangi pembengkokan, ukuran jaringan parut, dan peradangan di penis.

Obat-obatan tersebut dapat diminum langsung atau disuntikan ke jaringan parut di penis.

Dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur operasi, apabila penis bengkok membuat Anda tidak nyaman atau kesulitan berhubungan intim.

3. Cara mengobati lichen planus

Kasus ringan dapat diobati dengan perawatan sederhana, seperti mandi oatmeal, mengoleskan kompres dingin, dan menggunakan krim hidrokortison yang dijual bebas.

Jika keadaan tidak kunjung membaik selepas pemberian obat atau terapi, dokter mungkin meresepkan obat retinoid yang diminum seperti acitretin.

4. Mengobati benjolan penis karena PMS

Dokter bisa memberikan pengobatan antibiotik, seperti salep pereda gatal atau suntikan penisilin, pada tahap awal perkembangan infeksi.

Operasi pengangkatan atau prosedur pembekuan lesi terkadang diperlukan untuk mencegah penyakit bertambah parah atau penularan yang lebih luas.

5. Mengatasi kanker penis

Perawatan untuk kanker tergantung apakah kanker hanya memengaruhi kulit atau jaringan penis (non-invasif) atau telah menyebar ke jaringan sekitarnya (invasif).

Perawatan non-invasif termasuk pengangkatan kulup (sunat), kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker, atau cryosurgery untuk membekukan tumor.

Sementara itu, perawatan invasif termasuk operasi pengangkatan jaringan penis kanker atau seluruh penis (penektomi), dan jika perlu jaringan di sekitarnya.

Jika khawatir tentang kutil dan benjolan di alat kelamin, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit kelamin.