Wisata  

10 Jenis Makanan Khas Mongolia yang Sederhana tapi Menggoda

harian-nasional.com/ – Secara penampilan makanan khas Mongolia tampak sangat sederhana. Makanan dari negeri ini memanfaatkan berbagai macam daging seperti daging sapi, kambing, domba, kuda, unta, bahkan marmut yang biasanya kemudian dipasangkan dengan nasi, mie, sayuran atau pasta. Salah satu tradisi orang Mongol saat musim dingin yaitu makan makanan panas dan segar dari kompor tanpa penyajian.

Kebanyakan bahan dan teknik memasak orang Mongolia asalnya dari gaya hidup nomaden yang masih mereka anut. Namun tentunya berbeda dengan kota-kota besar dan ibu kota Ulaanbaatar yang masyarakatnya tidak seperti itu. Mau kenalan dengan makanan dari Mongolia? Simak ulasan berikut ini.

1. Buuz

Sepertinya pangsit adalah makanan yang bisa dijumpai di mana-mana, termasuk di Mongolia. Buuz merupakan pangsit kukus khas Mongolia yang berisi daging seperti daging kambing atau sapi. Biasanya daging dibumbui dengan garam, rempah segar, bawang putih dan bawang merah.

Pangsit tersebut dibuat dalam jumlah besar dan disantap sepanjang tahun. Namun sebenarnya buuz merupakan hidangan yang paling popular saat Tsagaan Sar, yaitu perayaan Tahun Baru Mongolia yang umumnya berlangsung pada bulan Februari.

Buuz memiliki ciri berupa lubang kecil di atasnya dan kerap kali dimakan menggunakan tangan. Umumnya, pangsit dihidangkan bersama dengan saus celup, roti goreng, dan salad. Untuk minuman pendampingnya disarankan vodka atau teh.

2. Khorkhog

Kalau berkunjung ke Mongolia, harus mencoba khorkhog. Makanan khas Mongolia ini berupa kambing atau daging kambing yang dimasak dengan tekanan dengan batu panas di atas api. Khorkhog biasanya terbuat dari kambing utuh, jadi disimpan untuk acara-acara khusus atau pertemuan yang lebih besar.

Cara memasaknya yaitu dengan memanaskan batu di dalam perapian. Kemudian hewan, domba atau kambing, dimatikan dengan cara membuat sayatan di dada. Lalu orang akan memasukkan tangannya ke dalam sayatan dan mencubit aorta hingga hewan itu mati. Ini membuat proses hewan mati menjadi cepat.

Salah satu manfaat dari metode penyembelihan seperti ini yaitu darah hewan tidak dibuang atau jatuh ke tanah. Kemudian hewan tersebut baru disembelih jadi potongan daging. Sesudahnya potongan daging ditambah dengan sayuran, seperti kentang, wortel, dan bawang bombay dimasukkan ke dalam tong susu besar untuk dimasak bersama menggunakan batu panas.

Wadah logam ditutup rapat dan ditempatkan di api untuk memasak yang memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk matang. Hasilnya yaitu daging yang sangat empuk serta dengan rasa smokey dari batu panas tadi. Sesudah itu sayuran dan daging dihidangkan di atas nampan. Ini merupakan salah satu makanan kesukaan Jengis Khan dan juga favorit penduduk Mongol serta wisatawan.

3. Tsuivan

Mie memang tidak bisa dipisahkan dari bangsa Asia. Mongolia juga mempunya hidangan berupa mie yang disebut tsuivan. Ini adalah hidangan mie goreng yang dihidangkan dengan daging, yang umumnya berupa daging kambing, dan sayuran seperti wortel, kubis, dan kentang. Makanan khas Mongolia ini dipercaya datang dari Tiongkok.

Rasa mie ini unik berkat proses menggoreng dan mengukus daging yang dilakukan di dalam panci yang sama. Biasanya mie dibuat dari awal, sementara dagingnya bisa dari daging kambing, kuda, sampai lemak ekor. Dalam memasak gaya nomaden, apa pun bahan yang ada akan menghasilkan makanan yang enak.

Wisatawan tak akan kesulitan mencari makanan ini karena ini merupakan salah satu hidangan yang paling banyak dikonsumsi di Mongolia. Mungkin makanan mie terlihat sederhana tapi ternyata ini memerlukan seluruh anggota keluarga dalam proses memasaknya sampai menghasilkan tsuivan yang sempurna.

4. Khuushuur

Kalau di Indonesia ada yang namanya pastel goreng, nah di Mongolia ada pangsit goreng yang disebut dengan khuushur. Ini adalah jenis pangsit lain yang terkenal dan popular dalam makanan khas Mongolia sesudah buuz yang telah dijelaskan sebelumnya. Khuushur berisi daging, bawang putih, bawang merah, merica, dan kadang-kadang diisi juga dengan kentang tumbuk.

Pangsit ini bisa diisi dengan daging sapi atau bahkan daging unta, tapi 99% kebanyakan diisi dengan daging kambing tua yang enak. Saat menggorengnya menggunakan lemak kambing.

Di tiap festival atau acara besar yang dilakukan di Mongolia, khuusuur sangat umum ditemui. Misalnya saja ketika Festival Naadam besar pada bulan Juli, terlihat pada pedagang kaki lima di Stadion Ulaanbaatar berjejer menjajakan khuushuur.

5. Bantan

Bantan merupakan sup tradisional Mongolia yang kerap kali disantap sebagai obat mabuk, tapi bukan mabuk perjalanan ya. Ini mabuk yang sesudah minum-minuman keras. Makanan khas Mongolia ini dibuat dari air, potongan daging (biasanya domba), daun bawang cincang serta tepung terigu, yang dibuat jadi remah adonan.

Walaupun biasanya sup dihiasi dengan daun bawang cincang, beragam bumbu serta rempah juga biasa ditemukan di dalamnya. Sering kali bantan dibandingkan dengan bubur sapi Korea karena memiliki tekstur yang kental, lembut dan creamy.

6. Boodog

Barbekyu ala Mongolia sudah menyebar hingga ke Amerika Serikat. Namun boodog, yaitu gaya barbekyu yang menggunakan tubuh hewan yang mati sebagai tempat memasak, menjadi sesuatu yang unik di Mongolia. Kambing dan marmut merupakan hewan yang paling popular untuk barbekyu.