Wisata  

10 Dessert Khas Rusia yang Pastinya Menarik untuk Dicoba

harian-nasional.com/ – Rusia dikenal akan vodka, kaviar, serta kraut-nya. Namun selain produk-produk tersebut, negeri beruang merah ini mempunyai sajian lain yang bisa menjadi favorit. Negara ini memiliki beberapa jenis dessert khas Rusia seperti, kue madu, paskha, pancake, dan masih banyak yang lainnya.

Makanan merupakan bagian integral dari budaya Rusia karenanya tak mengherankan bila dessert khas Rusia dibuat menggunakan bahan-bahan yang manis dan hangat serta diberi dekorasi yang indah. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang menjulang tinggi ada juga makanan dengan tekstur ringan dan lengket. Yuk, kita intip dessert khas Rusia yang menggoda.

1. Medovik

Dessert khas Rusia ini merupakan kue ikonik yang mempunyai kisah asal yang tidak terduga seperti halnya penampilannya yang memiliki warna emas yang indah. Namanya Medovik. Sejarah Medovik akan membawa kita kembali ke abad ke-19, pada masa kekaisaran Rusia Alexander I.

Elizaveta Alexeevna, istrinya, tidak menyukai madu dan tidak ada juru masak yang berani memakai bahan ini dalam masakan yang dibuat untuk sang ratu. Akan tetapi, seorang juru masak baru memutuskan untuk ‘mengejutkan’ istri kaisar dengan menyajikan Medovik dengan teh.

Sang koki tak tahu banyak tentang preferensi sang ratu dan diberitahu saat makanan penutup telah tersaji di atas meja. Mengejutkan! Ternyata sang ratu menyukai makanan berbentuk persegi yang lembut tersebut dan memanggil pencipta mahakarya tersebut.

Karena takut akan reaksi ratu, dia tak menyebutkan madu dalam bahan sampai setelah dia selesai berbicara. Hebatnya, Tsarina memutuskan untuk memberikan hadiah dengan menjadikan dessert tersebut sebagai makanan pokok di meja Kaisar tiap harinya.

Kue ini terbuat dari buttermilk, susu kental, custard atau krim asam asli. Medovik mirip dengan kue Napoleon, yaitu kue lapis tipis. Pastry sisa dihancurkan menjadi remah-remah dan dipakai untuk melapisi kue. Inilah yang paling disukai oleh banyak orang.

2. Kue Napoleon

Meski nama dan penampilannya yang mirip dengan millefeuille Prancis atau irisan custard, dessert khas Rusia ini merupakan kue klasik Rusia yang telah ada sebelum zaman Soviet. Kue yang diisi dengan custard ini pada abad ke-19 merupakan hidangan yang umum di seluruh Eropa.

Namun, pada tahun 1912 kue Napoleon menjadi makanan pokok orang Rusia. Untuk merayakan seratus tahun kemenangan Rusia atas Prancis pada Great Patriotic War tahun 1812, para pembuat kue membuat kue yang berbentuk topi Napoleon.

Ini semacam crêpe yang berlapis dan kue custard yang umumnya dihiasi dengan remah-remah kue untuk melambangkan salju Rusia yang berhasil menggagalkan pasukan Napoleon.

3. Chocolate Salami

Selama masa kekurangan makanan Soviet harus banyak akal, jadi tidak pernah terpikirkan untuk membuang makanan. Karenanya banyak resep yang diciptakan untuk memanfaatkan sisa dan bahan dasar. Chocolate Salami atau salami cokelat merupakan salah satu makanan favorit saat menikmati makanan penutup. Namanya diambil dari dua bahan yang pasokannya sering kekurangan.

Kue ini dibuat menggunakan biskuit susu yang dihancurkan ditambah kenari panggang yang dicampur dengan saus coklat yang dibuat dari kakao, mentega, susu, dan gula. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam tas freezer, digulung menjadi batangan dan kemudian ditempatkan di lemari es untuk waktu semalaman agar menjadi beku.

4. Ptichye Moloko

Sering disebut sebagai “Rafaello” Ptichye Moloko merupakan salah satu dessert khas Rusia yang paling terkenal dalam masakan Rusia. Dalam bahasa Inggris artinya “bird’s milk’ atau ‘susu burung’, Ptichye Moloko merupakan makanan penutup sederhana yang cocok untuk segala usia dan kesempatan.

Pada dasarnya kue ini merupakan souffle berbahan dasar susu yang lembut, diberi lapisan cokelat, dan dipotong jadi berbentuk persegi panjang agar dapat dimakan sebagai potongan seukuran gigitan. Asal kue ini dari tahun 1936 saat pertama kali permen kecil bernama “Ptasie Mlechko” dibuat di Warsawa, Polandia.

Menteri Soviet pada tahun 1967 melakukan kunjungan ke Cekoslowakia dan dia sangat terkesan dengan makanan penutup ini. Kemudian dia pun memerintahkan pabrik gula Rusia untuk mencoba dan menirunya.

Dikarenakan resepnya tak diungkap, maka butuh energi bertahun-tahun untuk mengutak-atik resep ini sebelum akhirnya Ptichye Moloko berhasil disajikan di Rusia pada tahun 1978. Kue ini resepnya hampir sama dengan Zefir Rusia tapi tidak mengandung telur.

5. Zefir

Disebut juga zefir atau zephyr, pastila manis Rusia abad pertengahan ini merupakan manisan buah yang mirip dengan marshmallow buatan sendiri. Biasanya kue ini dibuat dari pure buah yang dimasak dan ditambah dengan putih telur serta sirup agar-agar sebelum dimasukkan ke dalam kertas roti dan didiamkan selama 6-12 jam atau hingga mengeras.

Camilan manis ini memiliki beragam rasa seperti stroberi, ceri atau krim, dan bisa juga diberi lapisan coklat. Dipercaya kalau dessert ini diberi nama berdasarkan angin sepoi-sepoi, mengacu pada teksturnya yang ringan serta airy. Agar lebih nikmat, disarankan untuk menikmati zefir dengan secangkir kopi hitam.

Kalau adonan pastilla diratakan dan dibiarkan kering lalu direkatkan kembali sebelum dipotong-potong. Ini berbeda dengan campuran zefir yang dimasukkan ke dalam cetakan dan dikeringkan dan kemudian dua adonan disatukan agar membentuk sebuah bola atau satu bagian utuh.